Senin, 01 Agustus 2016

PANTANG BURUK SANGKA & MENGOREK AIB


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dzat Yang kepada-Nya segala urusan dan seluruh makhluk akan kembali. Hanya kepada Alloh kita menyembah dan memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hujurot [49] : 12)

Saudaraku, kalau kita berprasangka buruk kepada Alloh maka pasti kita menjadi gelisah. Demikian juga jika kita berprasangka buruk kepada orang yang beriman, maka akan tidak enak hati kita. Nah, kalau hati kita sudah merasa gelisah, capek, gersang, maka segera sadari bahwa ada sesuatu yang salah.

Dan, pemicu rasa gelisah, tidak tenang, hati yang gersang juga adalah sikap mengorek-ngorek informasi, serba ingin tahu tentang diri orang lain. Apalagi jika kita sama sekali tidak punya kepentingan untuk mengetahuinya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu semata. Ingin tahu aib atau kekurangan orang lain, kemudian membicarakannya dengan teman sembari berbisik-bisik. Sungguh tidak ada hak kita untuk melakukan itu. Inilah yang kemudian mengundang rasa resah dan tidak tenang menjerat hati kita.

Akan ada saatnya, kalau Alloh berkehendak kita mengetahui sesuatu, maka Alloh yang akan bukakan informasi itu kepada kita. Namun, bukan dengan jalan mengorek-ngorek urusan orang lain yang tidak hak kita untuk melakukannya. Alloh pasti tahu jika kita sudah berusaha berbaik sangka, tidak mengorek-ngorek aib orang lain, namun jika Alloh menghendaki agar kita mengetahuinya maka pasti Alloh yang akan membuka informasi itu dengan cara-Nya dan kita selamat dari burung sangka dan sikap memata-matai.

Marilah kita nikmati ketenangan dan kebersihan hati dengan cara tidak berburuk sangka dan tidak memata-matai orang yang bukan hak kita untuk melakukannya. Wallaahua’lambishowab.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

BERAT RINGANNYA HIDUP


(Oleh: Aa Gym)

Saudaraku, setiap orang pasti akan menemui masalah dalam hidupnya. Ringan atau beratnya suatu masalah bagi seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal.

*Pertama*, cita-cita. Kalau seseorang cita-citanya hanya duniawi saja, tanpa ada cita-cita akhirat, pasti masalah dalam hidup ini akan terasa sangat berat. Bagi para pecinta dunia, meskipun sudah memiliki harta berlimpah, pangkat jabatan yang tinggi, popularitas yang luas, pasti hidupnya akan terasa berat.

*Kedua*, sandaran. Hidup ini akan terasa berat atau ringan tergantung kepada siapa kita bersandar. Kalau bersandar kepada selain Alloh, pasti berat. Kita akan capek sendiri karena yang kita sandari hanyalah makhluk, yang lemah, tiada berdaya dan tak punya kekuasaan apa-apa. Bersandar pada kekayaan, sesungguhnya harta kekayaan akan habis dan tak akan dibawa mati. Bersandar kepada manusia, sesungguhnya manusia lemah, sangat terbatas. Bersandarlah pada Dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya, Alloh Swt.

*Ketiga*, pertolongan Alloh. Hidup akan berat kecuali ada pertolongan Alloh Swt. Hanya atas pertolongan Alloh-lah masalah sebesar apapun akan terasa ringan dihadapi. Pertolongan Alloh datang karena ketaatan dan kepasrahan kita kepada-Nya. Sedangkan, pertolongan Alloh jauh karena kemaksiatan kita. Salah satu jalan mengundang pertolongan Alloh adalah dengan sabar dan sholat. Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, ssungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh [2] : 153)

Saudaraku, semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menghadapi hidup ini dengan ringan, sebesar apapun masalah yang kita hadapi. Dan, hal ini tiada bisa kita tempuh selain dengan mendekat terus kepada Alloh Yang Maha Menguasai langit, bumi dan segala apa yang ada. Wallohua’lam bishowab.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

ANTARA PUJIAN DAN KOREKSIAN


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana, menggolongkan kita sebagai umat akhir zaman yang selamat di dunia dan akhirat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “..dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm [53] : 32)

Saudaraku, wajar jika kita merasa senang ketika ada orang lain yang memuji kita, menyebut kita sebagai orang sholeh, baik hati, dermawan, pintar, atau sederet sebutan-sebutan lainnya. Akan tetapi, yang perlu kita waspadai adalah jika pujian-pujian tersebut sebenarnya tidak ada pada diri kita. Sedangkan ketika datang orang yang mengomentari kita apa adanya, memberi koreksian untuk kita, kita cenderung menolaknya.

Nah, inilah yang perlu kita renungkan ketika kita lebih mencari orang yang memuji kita ketimbang orang yang mau menyampaikan kepada kita tentang diri kita yang sebenarnya. Dan, kita cenderung akan lebih tidak suka manakala ada orang yang menyampaikan secara langsung kepada kita tentang kekurangan atau keburukan kita.

Padahal kalau kita renungkan, pujian yang datang selalu berpeluang melenakan kita. Dan, semakin berbahaya jika sebenarnya pujian itu tidak sesuai dengan diri kita yang sebenarnya. Sedangkan orang yang berbicara apa adanya, menyampaikan kekurangan-kekurangan kita, memberi koreksi kepada kita, ini lebih berpeluang menjadikan kita lebih baik lagi. Karena kita memperoleh informasi tentang bagaimana diri kita dalam pandangan orang lain, yang sangat mungkin selama ini tidak kita sadari. Sehingga akhirnya kita bisa memperbaiki diri.

Semoga kita semakin bijaksana menyikapi pujian dan komentar orang lain terhadap kita. Yakinlah bahwa setiap kejadian mutlak karena izin Alloh, termasuk datangnya orang lain yang memberikan pujian dan komentar tentang kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang senantiasa memperbaiki diri. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

AGAR KARUNIA MENJADI NIKMAT


(Oleh: Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Hebat, Maha Kuasa, Maha Mulia, Dialah Alloh yang tidak pernah tidur, Yang Maha Awal dan Maha Akhir. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap karunia dari Alloh Swt. yang sudah kita terima, itu belum tentu menjadi nikmat bagi kita. Pemberian Alloh akan menjadi nikmat jikalau kita mensyukurinya. Berapa banyak pemberian Alloh yang tidak bisa dinikmati disebabkan tidak ada sikap syukur. Berapa banyak rumah yang megah nan mewah tapi tidak bisa dinikmati, karena tidak disyukuri. Berapa banyak makanan yang lezat berlimpah tidak bisa dinikmati, karena tidak syukur.

Oleh karena itu, kalau kita ingin bisa menikmati hidup ini pilihannya adalah menjadi ahli syukur. Hebatnya sikap bersyukur adalah selain membuat pemberian Alloh menjadi nikmat, juga akan mengundang nikmat lain yang belum datang.

Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Jadi kalau ada orang yang merasa menderita padahal dalam keadaan cukup segala kebutuhannya, maka pasti bukan karena tidak ada karunia dari Alloh, melainkan karena tidak ada syukur atas berbagai karunia Alloh.

Oleh karena itu saudaraku, semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa bersyukur atas berbagai karunia Alloh Swt. Sehingga bagaimana pun keadaan kita saat ini, apapun episode kehidupan yang tengah kita hadapi, selalu bisa kita nikmati karena rasa syukur kita. Aamiin yaa Robbal’aalamin.

Hikmah Tauhiid

Semarang, 1 agustus 2016

“Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majjah dan Hakim)

DPU Daarut Tauhiid menggulirkan progam Qurban Peduli Negeri. Program ini bermitra dan bersinergi dengan pesantren di berbagai daerah di Indonesia, termasuk dengan mitra-mitra diluar pesantren dalam rangka mencari nilai yang strategis untuk pemaksimalan ibadah qurban.

*KAMBING JAWA*
Tipe A : Rp. 2,75 Juta / ± 35 Kg
Tioe B : Rp. 2,3 Juta / ± 30 Kg

*DOMBA JAWA*
Tipe C : Rp. 1,8 Juta / ± 25 Kg

*SAPI*
Perorangan : Rp. 16,1 Juta / ± 300 Kg
Jamaah (7 Org) : Rp. 2,3 Juta

*UNTA (GAZA, PALESTINA)*
Perorangan : Rp. 26 Juta / ± 380 Kg
Jamaah (10 Org) : Rp. 2,6 Juta

*DOMBA (SURIAH)*
Tipe A : Rp. 4 Juta / ± 40 Kg

*TRANSFER QURBAN*
1.  BSM 700.795.0898 a.n. DPU Daarut Tauhiid
2.  CIMB NIAGA SYARIAH 7610.5007.3500 a.n. Yayasan Daarut Tauhiid

*SILAHKAN BISA MENGHUBUNGI :*
DPU Daarut Tauhiid Cab. Semarang
Jl. Sriwijaya No. 130 Semarang
Telp.: 024.844.4272
SMS/WA.: 085.100.5000.74
BBM.: DTPDLSMG

AGAR SETIAP KEJADIAN MENJADI KEBAIKAN


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menerima taubat, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah dan meraih husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, tidak ada kejadian yang buruk jika bisa kita sikapi dengan baik. Bahkan sepahit apapun kejadian tersebut. Dalam sebuah hadits Rosululloh Saw. berpesan, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Mendapati kejadian yang baik pun jika tidak bersyukur maka sesungguhnya kejadian tersebut akan berbuah tidak baik. Karena karunia Alloh yang tidak kita syukuri maka tidak akan menjadi kenikmatan dan tidak akan menjadi jalan keselamatan untuk kita. Berlimpah harta, naik pangkat, tapi tidak diiringi dengan sikap bersyukur kepada Alloh, maka karunia yang berlimpah itu hanya akan menjadi beban dan mendatangkan keresahan.

Demikian juga dengan kejadian yang tidak menyenangkan, jika tidak dihadapi dengan sabar maka malah akan semakin mempersuram keadaan. Pikiran tersiksa, fisik menyusut, hati resah dan gelisah. Sedangkan jika kita menghadapinya dengan kesabaran, maka inilah ciri keimanan. Musibah yang dihadapi dengan sabar akan berbuah menjadi jalan kebaikan, ladang amal sholeh dan mendatangkan keberkahan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang terampil menyikapi setiap kejadian dengan sikap yang diridhoi Alloh. Baik kejadian itu menyenangkan ataupun tidak seperti yang kita harapkan. Semoga kita tergolong orang-orang yang pandai bersabar dan bersyukur. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.

Tips memilih permaisuri/ pangeran masa depanmu


dalam suatu majlis saya pernah mendengarkan curhatan seseorang yang hendak melepas masa lajangnya, lantas dia berkata “saya sudah merasakan pahit, manis bagaimana susahnya mencari seorang pendamping hidup. direndahkan, disepelekan hingga hal-hal yang diluar dugaan saya. dan setelah pencarian yang begitu panjang akhirnya Allah pertemukan juga dengan sang belahan hati”. itu artinya cari istri ga mesti yang cakep banget, yang terkenal di medsos, yang keliatannya keren kalau dia aktif di organisasi ini itu dan sebagainya. cukup 1 aja syaratnya dan hal-hal yang disebutkan tadi akan hangus terbayar dengan kesholihahannya yang bermuara kepada cinta karena-Nya yang unconditionally (tanpa syarat).
.

kayanya udah gak asing lagi di telinga kita kalau denger wasiat Rasulullah SAW tentang memilih pasangan hidup. Abu Hurairoh berkata , dari Nabi Muhammad SAW bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya (keturunan), kecantikannya, dank arena agamanya. maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
sudah jelas kan, 4 kriteria di atas yang mana prioritas utamanya adalah  dzatu ad-diini (baik agamanya) supaya pernikahanmu bahagia nan mudah, mendatangkan berkah dan menjadi wasilah untuk menggapai mardhotillah.
.

tapi kalau buat saya pribadi sih masih teringat pesan lainnya dari sang panutan kita Nabi Muhammad SAW ketika ditanyakan kepada Rasulullah tetang wanita baik. disebutkan dalam Musnad Ahmad dan Sunan An-nasa’i dari Abu Hurairoh RA berkata:
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ ؟ قَالَ: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ
“ditanyakan kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, siapakah wanita baik itu?, maka Rasullullah SAW bersabda: “Yaitu dia yang menyenangkan suami apabila dipandang, menaati suami apabila diperintah, dan tidak menyelisih suami dengan sesuatu yang tidak disukainya pada dirinya serta hartanya.”
.

ditambahkan lagi oleh Ibnu Qudamah dalam karangannya Al-Mughni :
وَيَخْتَارُ الْجَمِيلَةَ؛ لِأَنَّهَا أَسْكَنُ لِنَفْسِهِ، وَأَغَضُّ لِبَصَرِهِ، وَأَكْمَلُ لِمَوَدَّتِهِ، وَلِذَلِكَ شُرِعَ النَّظَرُ قَبْلَ النِّكَاحِ
“hendaklah dia memilihi wanita yang cantik agar hatinya lebih tentram dan lebih mampu untuk menundukkan pandangannya serta menjadikan kecintaan kepadanya lebih sempurna, atas sebab itulah disyari’atkan nazhar (melihat calon istri) sebelum menikahinya”.
.

tapi cantik dan ganteng itu kan subjektif dan relatif tergantung pandangan orang masing-masing, kalau gak paling tidak yaaah yang enak dibawa kondangan lah yaa :p
.

pada akhirnya sih ga ada pasangan yang sempurna dan kamu ga akan nemuin pasangan itu dalam kata lain setampan nabi yusuf, sekaya nabi Sulaiman dan akhlaqnya semulia Nabi Muhammad. sama halnya ga akan kamu nemu perempuan setangguh Khadijah, secerdas Aisyah dan secantik Fatimah. cukup temukan yang sederhana dan cocok bersamamu asalkan agamanya baik, kalau kamu tetep mau cari pasangan yang sempurna maka kamu akan jomblo seumur hidupmu.
.

Maka kalau kamu perempuan, seandainya ada pria sholeh yang datang ke orang tuamu dan memiliki niat baik untuk menikahimu terimalah, ga mesti dia yang tampan, kaya raya, berpendidikan tinggi atau apalah. karena belum tentu nanti ada pria yang lebih baik darinya datang untuk ke dua kalinya. cukuplah dia yang sederhana yang bisa membuatkan untukmu dan anak-anakmu kelak rumah yang megah di syurga-NYA.
.
.
.
Islamabad, 8 Syawwal 1437 H
IIUI Pakistan.