A. PLASENTA
1. Plasenta Previa
Artinya, plasenta menutupi jalan lahir. Seharusnya posisi plasenta ada di atas atau tepatnya di sisi atas lapisan Nitabuch /Desidua (selaput lendir rahim). Plasenta previa terjadi karena plasenta tidak mau menempel di
Nitabuch , lokasi bekas plasenta sebelumnya (kakaknya), bekas operasi, bekas terkena infeksi, atau pernah hamil kembar. "Dengan bahasa lain, plasenta menyukai dinding rahim yang masih mulus."
Gangguan ini bisa diketahui lewat USG sejak usia kandungan 17 minggu, walaupun sebenarnya ada kemungkinan letaknya berubah. Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta bisa saja kembali ke posisi yang seharusnya. Bukan karena plasentanya berpindah, tapi pembesaran rahimlah yang membuat plasenta semakin tertarik ke atas. Sebaliknya, jika sampai usia kehamilan 36 minggu posisi plasenta masih tetap menutup jalan lahir, maka saat hari persalinan tiba, dokter akan melakukan tindakan sesar. Ini dilakukan demi keselamatan ibu maupun bayi.
Hanya saja, bagi ibu hamil yang telah terdeteksi mengalami plasenta previa disarankan tidak melakukan hubungan intim selama kehamilan, selain juga jangan terlalu capek, dan jika terjadi perdarahan harus segera ke dokter.
2. Plasenta Lengket
Ini adalah kasus yang cukup gawat karena bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir dengan pengangkatan rahim. Pada keadaan ini, trofoblas atau jaringan-jaringan plasenta yang berfungsi mengangkut makanan dan oksigen untuk bayi tidak pada posisi seharusnya atau menempel dan berada di lapisan Nitabuch , tapi malah menembus lapisan Nitabuch hingga ke otot rahim.
Kasus plasenta lengket dibedakan menjadi tiga, yaitu plasenta pakreta, plasenta inkreta, dan plasenta perkreta. Untuk kasus plasenta perkreta jaringan atau pipa pembuluh darah plasenta sampai menembus ke usus. Tembusnya jaringan atau pipa-pipa pembuluh darah tersebut keluar Nitabuch bisa disebabkan banyak hal, yaitu ibu punya anak lebih dari lima (plasenta tidak mau berada di lapisan dinding rahim yang sudah rusak), sering dikuret, sering infeksi, sering keguguran, bekas sesar, pernah plasenta previa, atau pernah melakukan operasi miom.
Namun jangan panik, kasus ini bisa dideteksi sejak dini dengan USG berwarna, baik yang 2 dimensi maupun 4 dimensi. Namun demikian, dokter tetap tidak bisa mengubahnya. Jadi, USG hanya berguna sebagai alat pemantau. Jika semakin parah, ibu terpaksa dioperasi dan diangkat rahimnya. "Jika tidak, ibu akan mengalami perdarahan yang sangat hebat yang bisa menyebabkan kematian ibu dan jabang bayi." Sekalipun demikian, akan diusahakan untuk melakukan operasi setelah janin berusia 38 minggu.
3. Tumor Plasenta
Yang dimaksud adalah jika pada plasenta terdapat benjolan. Menurut Judi, tumor yang ganas bisa merusak dan menembus Nitabuch, lalu berkembang hingga ke bagian luarnya. Untuk menghilangkannya, kandungan ibu bisa-bisa harus diangkat. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab munculnya tumor pada plasenta. Begitu pula, belum ditemukan obat yang bisa menghalaunya, kecuali dilakukan operasi berbarengan saat melahirkan. Sekalipun begitu, tumor plasenta bisa dideteksi sejak usia kandungan 18 minggu dengan USG dua dimensi.
Bila tumornya besar/ganas tentu saja berdampak bukan cuma pada ibu, tapi juga pada si bayi. Misalnya, terjadi perdarahan, gangguan aliran darah ke bayi, atau penyebaran keganasan.
Persalinannya bisa ditunggu sampai cukup bulan, juga bisa lewat jalan lahir normal. Bila tumor tersebut menghalangi jalan lahir atau terjadi gawat janin akibat gangguan aliran darah, persalinan dilakukan lewat operasi sesar.
4. Plasenta Kembar atau Bilobata
Kasus plasenta kembar bisa menyebabkan perdarahan kala ibu memenjalani persalinan. Pasalnya, dokter/bidan yang menangani biasanya tidak mengira ibu memiliki dua plasenta, sehingga setelah plasenta pertama keluar menyusul kelahiran bayi, plasenta satunya dibiarkan tertinggal di dalam. Inilah yang menyebabkan terjadinya perdarahan, infeksi, dan ukuran rahim tetap besar sekalipun telah lewat 40 hari.
Fungsi si kembar ini sama dengan plasenta umumnya, yaitu menyuplai makanan ke bayi. Penyebabnya sendiri hingga saat ini tidak ada yang tahu. Namun, ibu tetap bisa melahirkan secara normal jika letak kedua plasentanya di atas.
Sekalipun bisa dideteksi dengan USG, baik dokter atau bidan yang menolong persalinan harus meneliti bentuk plasenta ibu. Jika di situ ditemukan selaput ketuban, baik ada atau tidak ada pembuluh darah yang putus, berarti semuanya oke. Namun jika sebaliknya, kemungkinan ada kembaran plasenta yang masih tertinggal di dalam.
B. TALI PUSAT
1. Di Luar Ukuran Normal
Umumnya, panjang tali pusat berkisar antara 55 hingga 60 cm. Kelainan ukuran biasanya ditandai jika panjangnya kurang dari 50 cm dan lebih dari 70 cm. Tali pusat terpendek yang pernah dilaporkan adalah sepanjang 2,5 cm. Sedangkan yang terpanjang pernah ditemui sekitar 300 cm.
Tali pusat terlalu pendek atau terlalu panjang tidak berpengaruh terhadap pemberian makanan dan oksigen pada janin. Akan tetapi, tali pusat yang terlalu pendek atau terlalu panjang dan melilit dapat mempersulit proses persalinan. "Pada saat persalinan, janin yang sudah turun ke jalan lahir biasanya naik lagi karena tertahan tali pusat ini. Tiap kali janin akan turun, tali pusat semakin kuat menahan. Ini biasanya terlihat selama proses persalinan, dengan tidak terjadinya kemajuan pada penurunan janin. Pada keadaan yang ekstrem dapat terjadi terlepasnya plasenta sebelum janin lahir
· Tali Pusat Pendek
Kasus ini sekalipun tidak terlalu berat, belum bisa terdeteksi oleh alat canggih manan pun. Penyebabnya, kata Judi, tali pusat di dalam rahim melilit-lilit, sehingga sangat tidak mungkin untuk diukur dari luar.
Panjang tali pusat, normalnya 50-60 cm. Bila di bawah 40 cm berarti pendek. Nah, jika kasusnya seperti ini, mau tidak mau proses persalinan harus dilakukan dengan cara sesar karena bayi tidak akan bisa mencapai jalan lahir. Kecuali kalau tali pusatnya berada di bawah, si bayi bisa dilahirkan normal. "Bila plasenta berada di atas dan bayi dipaksa keluar lewat jalan lahir, maka rahim bisa ikut tertarik atau inversio uteri." Di Indonesia kasus ini cukup banyak ditemukan.
· Tali Pusat Panjang
Sebaliknya, tali pusat dikatakan panjang jika lebih dari 60 cm. Ukuran ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena persalinan bisa dilakukan secara normal. Bahaya baru terjadi jika tali pusat yang panjang itu melilit leher janin.
Kasus seperti ini untungnya bisa dideteksi dengan alat USG dua dimensi. Lagi pula, belum tentu lilitan itu berlangsung hingga waktu persalinan tiba, karena janin di dalam rahim selalu bergerak, sehingga ada kemungkinan ia terlepas dari lilitan. Hanya saja, setelah itu masih ada kemungkinan ia akan terlilit lagi.
2. Kelainan Insersi
Insersi adalah tempat masukan (muara) yang menempel ke plasenta. Normalnya, insersi tali pusat di plasenta terletak di tengah. Tetapi dalam keadaan tertentu terjadi insersi tali pusat yang letaknya di tepi plasenta (plasenta battledore) dan insersi tali pusat letaknya jauh di luar plasenta, yaitu di daerah membran (insersi velamentosa).
· Insersi tali pusat Battledore
Pada kasus ini tali pusat terhubung ke paling pinggir plasenta seperti bet tenis meja. Insersi yang terletak di tepi plasenta tidak berpengaruh buruk pada janin sebab pada umumnya dalam hal pemberian makanan dan oksigen ke janin tidak berpengaruh. Kondisi ini tidak bermasalah kecuali sambungannya rapuh.
· Insersi tali pusat Velamentous
Tali pusat berinsersi ke dalam membran agak jauh dari pinggir plasenta. Pembuluh darah umbilikus melewati membran mulai dari tali pusat ke plasenta. Bila letak plasenta normal, tidak berbahaya untuk janin, tetapi tali pusat dapat terputus bila dilakukan tarikan pada penanganan aktif di kala tiga persalinan.
I nsersi velamentosa bisa berbahaya bila terjadi vasa previa, jika ketuban pecah, dan pembuluh darah tersebut ikut pecah yang berarti pula terjadi perdarahan dari janin. Gejala klinis vasa previa adalah ketuban pecah diikuti perdarahan, dan terjadi gawat janin. Kematian janin pada pecahnya vasa previa mencapai 60-70%. "Kematian pada janin ini disebabkan perdarahan yang berasal dari janin dan keterlambatan mengetahui bahwa perdarahan berasal dari vasa previa. Umumnya bila pada pemeriksaan dijumpai adanya vasa previa, kehamilan diakhiri dengan bedah sesar sebelum terjadi pecahnya selaput ketuban
3. Kelainan Diameter
Yang dimaksud diameter tali pusat adalah ukuran besar tali pusat. Tak dapat dipastikan berapa sebenarnya ukuran normal karena pada setiap bayi berbeda-beda. Lagi pula lebar diameter ini tidak dapat dipatok dengan ukuran sentimeter, karena belum ada metode khusus untuk mengukur diameter tali pusat. Umumnya besar diameter sesuai dengan perkembangan bayi "Contoh, bila bayinya besar, tentu diameter tali pusatnya besar. Sedangkan bila janin kecil, dengan sendirinya diameter tali pusatnya sesuai ukuran tubuhnya. Yang menjadi problem, bila diameter tali pusatnya dianggap kekecilan untuk ukuran janin karena dapat berpengaruh pada penyaluran oksigen dan darah." Pada janin dengan perkembangan yang terhambat biasanya diameter tali pusatnya juga kecil.
Metode khusus untuk mengetahui apakah aliran darah tali pusat cukup atau kurang adalah dengan cara pemeriksaan dopler aliran darah tali pusat. Bila aliran darah tali pusat terhambat, bisa menimbulkan gangguan perkembangan pada janin.
4. Terlilit Tali Pusat
Lilitan tali pusat umumnya terjadi sebelum kehamilan cukup besar. Paling sering pada trimester kedua dimana bayi masih bisa bergerak dengan aktif dan leluasa. Bahkan terkadang melakukan gerakan ekstrem seperti bersalto. Bila tali pusatnya panjang, kemungkinan dapat terjadi lilitan tali pusat. Lilitan tali pusat ini bisa terjadi di leher, di bahu atau di lengan dan tidak selalu berakibat buruk.
Adanya lilitan tali pusat di leher dalam kehamilan pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun dalam proses persalinan dimana mulai timbul kontraksi rahim dan kepala janin mulai turun dan memasuki rongga panggul, maka lilitan tali pusat menjadi semakin erat dan menyebabkan penekanan atau kompresi pada pembuluh-pembuluh darah tali pusat. Akibatnya, suplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke janin akan berkurang, yang mengakibatkan janin menjadi sesak atau hipoksia.
Namun jika lilitan tali pusat terjadi berkali-kali, sementara tali pusatnya tidak panjang, ini yang bisa berdampak buruk pada bayi. Sebab saat bayi turun ke bawah, tali pusat bisa menahannya untuk turun. "Umumnya dokter langsung memutuskan untuk sesar."
Lilitan tali pusat pada leher sangat riskan, apalagi bila terjadi lilitan beberapa kali. "Dapat diperkirakan bahwa makin masuk kepala janin ke dasar panggul, makin erat lilitan tali pusat dan makin terganggu aliran darah menuju dan dari janin."
Meski lilitan tali pusat dapat diketahui lewat pemeriksaan USG, dokter dapat saja membiarkan sampai proses persalinan tiba. "Karena lilitan tali pusat tidak bisa dilepas. Yang dilakukan dokter adalah memantau dan memberitahu si ibu."
Lilitan tali pusat di leher sekalipun tak harus berujung pada sesar. "Tapi proses persalinan dipantau ketat. Dalam persalinan kala satu, observasi denyut jantung dengan alat kardiotokografi sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi gangguan pola denyut jantung janin." Bila pola denyut jantung terganggu, persalinan diakhiri dengan bedah sesar. Karena jika dipaksa lahir dengan normal, bisa berdampak buruk pada janin.
Kemungkinan sebab lilitan tali pusat pada janin :
· Usia kehamilan
Kematian bayi pada trimester pertama atau kedua sering disebabkan karena puntiran tali pusat secara berulang-ulang ke satu arah. Ini mengakibatkan arus darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tersumbat total. Karena dalam usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih bergerak dengan bebas. Hal tersebut menyebabkan kompresi tali pusat sehingga janin mengalami kekurangan oksigen.
· Polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat semakin meningkat.
· Panjangnya tali pusat
Dapat menyebabkan bayi terlilit. Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm. Namun, tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. Panjang pendeknya tali pusat tidak berpengaruh terhadap kesehatan bayi, selama sirkulasi darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tidak terhambat.
Tanda-Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat :
Beberapa hal yang menandai bayi terlilit tali pusat, yaitu:
· Pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu, namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat.
· Pada janin letak sungsang atau lintang yang menetap meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin (Versi luar/knee chest position) perlu dicurigai pula adanya lilitan tali pusat.
· Dalam kehamilan dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler dan USG 3 dimensi dapat dipastikan adanya lilitan tali pusat.
· Dalam proses persalinan pada bayi dengan lilitan tali pusat yang erat, umumnya dapat dijumpai dengan tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal, terutama pada saat kontraksi rahim.
5. Berbenjol – Benjol
Lazimnya, tali pusat seperti selang yang licin dan mulus. Tapi adakalanya ditemui tali pusat yang berbenjol-benjol dengan banyak simpul atau sedikit terpuntir. Umumnya disebabkan gerakan janin yang begitu aktif sehingga terjadi simpulan yang berulang kali.
Bila simpul-simpul ini masih membentuk rongga tak akan jadi masalah sebab pasokan oksigen dan nutrisi masih dapat diterima janin. Yang jadi masalah, apabila simpul-simpul ini sedemikian eratnya sehingga menutup sama sekali pembuluh darah, maka dapat berdampak pada kematian janin dalam rahim. Kejadian ini sangat jarang karena umumnya gerakan bayi yang berpindah terus justru bisa membuka simpul-simpul pada tali pusat.
6. Lama Waktu Terlepasnya Tali Pusat
Tali pusat orok berwarna kebiru-biruan dan panjang sekitar 2,5 – 5 cm segera setelah dipotong. Penjepit tali pusat digunakan untuk menghentikan perdarahan. Penjepit tali pusat ini dibuang ketika tali pusat sudah kering, biasanya sebelum ke luar dari rumah sakit atau dalam waktu dua puluh empat jam hingga empat puluh delapan jam setelah lahir. Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi (umbilical stump), akan mengering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu, meskipun ada juga yang baru lepas setelah 4 minggu.
Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya. Jangan memegang-megang atau bahkan menariknya. Bila tali pusat belum juga puput setelah 4 minggu, atau adanya tanda-tanda infeksi, seperti; pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah, keluar cairan yang berbau, ada darah yang keluar terus- menerus, bayi demam tanpa sebab yang jelas maka kondisi tersebut menandakan munculnya penyulit pada neonatus yang disebabkan oleh tali pusat.
Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Lamanya Lepasnya Tali Pusat
Lepasnya tali pusat dipengaruhi oleh beberapa ha diantaranya adalah :
· Timbulnya infeksi pada tali pusat
disebabkan karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan, misalnya pemotongan tali pusat dengan bambu/ gunting yang tidak steril, atau setelah dipotong tali pusat dibubuhi abu, tanah, minyak, daun-daunan, kopi dan sebagainya.
· Cara perawatan tali pusat
Penelitian menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) daripada tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol.
· Kelembaban tali pusat
Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun, karena akan membuatnya menjadi lembab. Selain memperlambat puputnya tali pusat, juga menimbulkan resiko infeksi.
· Kondisi sanitasi lingkungan sekitar neonatus
Spora C. tetani yang masuk melalui luka tali pusat, karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan.
7. Infeksi Tali Pusat ( Tetanus Neonatorum )
Adalah penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir (neonatus). Tetanus neonatorum penyebab kejang yang sering dijumpai pada BBL yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatal, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptic (Ilmu Kesehatan Anak, 1985)
Penyebabnya adalah hasil klostrodium tetani (Kapitaselekta, 2000) bersifat anaerob, berbentuk spora selama diluar tubuh manusia dan dapat mengeluarkan toksin yang dapat mengahancurkan sel darah merah, merusak lekosit dan merupakan tetanospasmin yaitu toksin yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. (Ilmu KesehatanAnak,1985)
Penyebab tetanus neonatorum adalah clostridium tetani yang merupakan kuman gram positif, anaerob, bentuk batang dan ramping. Kuman tersebut terdapat ditanah, saluran pencernaan manusia dan hewan. Kuman clostridium tetani membuat spora yang tahan lama dan menghasilkan 2 toksin utama yaitu tetanospasmin dan tetanolysin.
8. Pembuluh Darah Dalam Tali Pusat Kurang
Normalnya, tali pusat memiliki tiga pembuluh darah; dua pembuluh darah arteri dan satu pembuluh darah vena. Nah, kalau salah satunya tidak ada, maka janin kemungkinan mengalami kelainan kromosom. Hal ini akan mengakibatkan bayi yang dilahirkan mengalami kelainan pula, seperti retardasi mental, Sindroma Down, hingga jantung bocor.
9. Tumor Tali Pusat
Tumor pada tali pusat sering berkaitan dengan kelainan bawaan (kromosom) pada janin. Bila bayi ditemukan cacat berat, sebaiknya bayi tersebut dilahirkan secepatnya.
Sekalipun begitu benjolan pada tali pusat yang merupakan tumor biasanya sudah bisa dideteksi sejak dini lewat USG.
Minggu, 30 Juli 2017
RAGAM KELAINAN PLASENTA DAN TALI PUSAT
Adaptasi Psikologi Masa Nifas
1. Proses adaptasi menurut teori Mercer
a. Ante partum stress
Dapat terjadi akibat komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negatif dalam hidup.
b. Pencapaian peran ibu
Membutuhkan pendekatan yang kompeten termasuk peran dalam mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran. Peran aktif wanita sebagai ibu dan pasangannya berinteraksi satu dengan yang lain.
Mercer menguraikan 4 step dalam pelaksanaan peran ibu :
1) Anticipatory
Adalah suatu masa dimana wanita memulai penyesuaian sosial dan psikologis terhadap peran barunya klien mempelajari apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu.
2) Tahap formal
Peran sesungguhnya seorang ibu mulai.Pada masa ini bimbingan peran secara formal dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sistem sosial dari wanita.
3) Tahap informal
Mulai pada saat wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan peran ibu yang tidak disampaikan oleh sosial sistem.
4) Tahap personal
3 bulan sampai 7 bulan post partum tahap akhir pencapaian peran ini. Pada tahap ini wanita telah mahir melaksanakan perannya sebagai ibu. Ia telah mampu menentukan caranya sendiri dalam melaksanakan peran barunya ini.
2. Proses adaptasi menurut teori Reva Rubin
Tujuan Rubin adalah mengidentifikasi bagaimana seorang wanita mencapai peran menjadi seorang ibu beserta intervensi-intervensi yang memungkinkan menimbulkan efek negatif. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan mahasiswa. Dilakukan wawancara langsung san via telefon. Subjek penelitian didapatkan dari klinik antenatal dan postnatal. data yang berkaitan dengan masalah yang timbul dalam pencapaian peran ibu diberikan kode kemudian dianalisis.
a. Tahapan Psikososial
Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase sebagai berikut :
1) Fase Taking In
Yaitu periode ketergantungan. Periode ini berlangsung dari hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada fase ini, ibu sedang berfokus pada dirinya sendiri. Ibu akan berulang kali menceritakan proses persalinan yang dialaminya dari awal sampai akhir. Ketidaknyamanan fisik yang sering dialami ibu pada fase ini adalah rasa mules, nyeri pada jahitan, kurang tidur dan kelelahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.
2) Fase Taking Hold
Yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase ini, timbul rasa khawatir pada ibu akan ketidakmampuan dan rasa tanggungjawabnya dalam merawat bayi. Ibu mempunyai perasaan sensitif sehingga mudah tersinggung dan gampang marah.
3) Fase Letting Go
Yaitu periode menerima tanggung jawab akan peran bayinya. Fase ini berlangsung setelah 6 hari. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Ibu memahami bahwa bayi butuh disusui sehingga siap terjaga untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
b. Periode aktifitas sebelum menjadi seorang ibu
Periode post partum menyebabkan stress emosional terhadap ibu baru, bahkan lebih menyulitkan bila terjadi perubahan fisik yang hebat.
Faktor – faktor yang mempengaruhi suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada masa post partum adalah :
1) Respon dan dukungan dari keluarga dan teman
2) Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi
3) Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu
4) Pengaruh budaya
5) Periode ini diuraikan oleh Rubin terjadi dalam 3 tahap, taking in, taking hold dan letting go
3. Depresi postpartum
a. Postpartum blues / Baby blues
Keadaan dimana ibu merasa sedih berkaitan dengan bayinya disebut baby blues. Penyebabnya antara lain: perubahan perasaan saat hamil, perubahan fisik dan emosional. Perubahan yang ibu alami akan kembali secara perlahan setelah beradaptasi dengan peran barunya.
Gejala baby blues antara lain:
1) Menangis
2) Perubahan perasaan
3) Cemas
4) Kesepian
5) Khawatir dengan bayinya
6) Penurunan libido
7) Kurang percaya diri
b. Depresi postpartum
Depresi postpartum disebut juga dengan sindrom depresif non psikotik pada kehamilan sampai beberapa minggu/bulan setelah kelahiran.
Gejala-gejala depresi berat antara lain:
1) Perubahan mood
2) Gangguan tidur dan pola makan
3) Perubahan mental dan libido
4) Pobhia, ketakutan menyakiti diri sendiri atau bayinya
Penatalaksanaan depresi berat adalah sebagai berikut:
1) Dukungan keluarga dan sekitar
2) Terapi psikologis
3) Kolaborasi dengan dokter
4) Perawatan rumah sakit
5) Hindari rooming in dengan bayinya
c. Postpartum psikosa
Insiden psikosis post partum sekitar 1-2 per 1000 kelahiran. Rekurensi dalam masa kehamilan 20-30 persen. Gejala psikosis post partum muncul beberapa hari sampai 4-6 minggu post partum.
Gejala psikosis post partum sebagai berikut:
1) Gaya bicara keras
2) Menarik diri dari pergaulan
3) Cepat marah
4) Gangguan tidur
Penatalaksanaan psikosis post partum adalah:
1) Pemberian anti depresan
2) Berhenti menyusui
3) Perawatan di rumah sakit
4. Rangkuman
Ada 2 pokok pembahasan dalam teori Mercer yaitu efek ante partum stress dapat terjadi akibat komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negatif dalam hidup. Periode post partum menyebabkan stress emosional terhadap ibu baru, bahkan lebih menyulitkan bila terjadi perubahan fisik yang hebat. Faktor – faktor yang mempengaruhi suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada masa post partum adalah :respon dan dukungan dari keluarga dan teman, hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi, pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu, pengaruh budaya. Periode ini diuraikan oleh Rubin terjadi dalam 3 tahap, taking in, taking hold dan letting go.
Keadaan dimana ibu merasa sedih berkaitan dengan bayinya disebut baby blues. Penyebabnya antara lain: perubahan perasaan saat hamil, perubahan fisik dan emosional. Perubahan yang ibu alami akan kembali secara perlahan setelah beradaptasi dengan peran barunya.
D. Daftar Bacaan Tambahan
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (p: 87-96).
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (p: 63-69)
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (p: 85-100).
Jumat, 14 Juli 2017
SHOLAT CERMIN KEHIDUPAN KITA
*Renungan Pagi:*
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya : nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata :
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah .." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
استغفرالله العظيم
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya , Aamiin
Semoga Menjadi Ilmu yang Barokah dan Bermanfaat, Aamiin.
Kamis, 13 Juli 2017
PERASAAN CINTA KASIH ORANG TUA TERHADAP ANAK-ANAKNYA
📝NOTULENSI KAP📚
Oleh Ust. Parwoto
⚜ *Perasaan psikologis*
Menampakkan apa yang disimpan oleh Allah dalam hati kedua orang tua, yaitu berupa cinta dan kasih sanyang terhadap anak-anaknya.
⚜ *Kedua orang tua diberi fitrah untuk mencintai anak-anaknya, jika tidak ada, maka akan punahlah kehidupan manusia di dunia.*
🔍Q.S. Al-Kahfi:46
Anak sebagai perhiasan hidup, akan tetapi jangan sampai anak dan harta melalaikan kita dari beribadah kepada Allah SWT.
Yang dimaksud dengan amal kebajikan yang terus menerus di ayat ini adalah sholat.
🔍Q.S Yusuf : 6
Mempunyai anak merupakan nikmat yang harus disyukuri. (Kisah Nabi Yusuf a.s)
🔍Q.S Al-Furqan : 74
Anak sebagai penyenang hati (Qurrota A’yun)
⚜ *Kasih sayang terhadap anak sebagai pemberian Allah kepada para Hamba-Nya*
Hadist:
Tidaklah termasuk golongan kami, orang orang yang tidak mengasihi anak kecil dan tidak mengetahui hak orang yang lebih besar (tua} (HR.Abu Daud, At-Tirmidzi)
❎ *Adat orang Jahiliyah yaitu membenci anak-anak wanitanya*
📌Q.S At-Takwir:8-9
Artinya: dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?
📌Q.S Al-Anam: 151
Larangan membunuh anak-anak karena takut miskin, karena Allah telah memberikan rizki kepada orang tua dan anak-anak mereka.
📌Q.S An-Nahl: 58-59
(58) Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah)mukanya , dan dia sangat marah.
(59) Ia menyembunyikan dirinya dari orang bayak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
✳Padahal terdapat banyak *keutamaan ketika kita mempunyai anak perempuan* yaitu dalam hadist:
📜Muslim telah meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rosulullah SAW bersabda: Artinya “barang siapa yang memelihara dua orang anak wanita hingga mereka berdua baligh, maka pada hari kiamat, dia dan aku bagaikan dua ini- baliau mengeratkan jari-jemarinya.
📜Di dalam Musnad nya, Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Jahni. Ia berkata: Artinya : “aku medengar Rosulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mempunyai tiga orang anak wanita, kemudian ia bersabar terhadap mereka, memberikan minum dan pakaian kepada mereka dari hartanya, maka mereka itu akan menjaga baginya dari api neraka”.
📜Dan Al-Humaidi telah meriwayatkan dari Abu Sa’id dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda yang artinya” Barang siapa yang mempunyai tiga orang anak wanita atau dua saudara wanita, kemudian ia menemani mereka secara baik dan bersabar terhadap mereka, serta bertaqwa kepada Allah pada meraka , maka ia akan masuk surga”
⚜ *Keutamaan orang tua yang sabar dalam musibah kematian anaknya*
➡Hadist Nabi SAW:
Artinya:”tidak ada seorang wanita pun diantara kamu sekalian yang kematian tiga orang anaknya, kecuali anak-anaknya itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. Seorang wanita bertanya,”Dan dua orang anak?, Rosulullah SAW menjawab “Dan dua orang anak”.
➡Ahmad dan Ibnu Hibbab meriwayatkan dari Jabir ra. bahwa ia berkata:
Artinya:” Aku telah mendengar Rosulullah SAW bersabda,” Barang siapa yang kematian tiga orang anaknya, lalu ia rela (mengharap ridha Allah), maka ia akan masuk surga”. (Jabir berkata),”Kami bertanya wahai Rosulullah, bagaimana dengan dua anak?” Beliau menjawab “Dan dua orang anak”
⚜ *Lebih mendahulukan Islam dari pada cinta kepada anak-anak*
Q.S At-Taubah: 24
Mari sebarkan, mari berbagi kebaikan 🌞📚
Minggu, 25 Juni 2017
Bekti Anak Kepada Orang Tua
Siang hari bulan ramadhan di kampung halaman, setelah berjuang melawan macetnya mudik, saya rebahan di sebuah angkruk (tempat bersantai orang jawa kampung) bawah pohon belimbing depan rumah. Tetiba datang ayah, yang kini kupanggil kakek untuk mengajari anak-anakku, menghampiriku.
Beliau yang kini sudah jauh melemah fisiknya, sulit untuk berbicara secara jelas. Seringkali hanya menunjuk-nunjuk untuk memberitahukan keinginannya.
Entah karena apa, tetiba ia menarik pundakku sambil menunjuk burung Kacer di kandang. "Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata.
"Itu burung Kacer kek", jawabku halus.
"Ooh ya ya..", ia mengangguk puas sambil tersenyum simpul.
Entah 5 atau 10 detik kemudian, ia bertanya untuk kedua kalinya.
"Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata, sambil menunjuk burung Kacer di kandang.
"Itu burung Kacer kek", jawabku kedua kalinya agak aneh.
"Ooh ya ya..", ia masih mengangguk puas sambil tersenyum simpul.
Beberapa detik kemudian, untuk ketiga kalinya, ayah coba melakukan hal yang sama. Dan kali ini saya mulai jengkel.
"Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata, sambil menunjuk burung Kacer di kandang.
"Itu burung Kacer yah !!", jawabku ketus.
"Ayah koq nanya terus sampe 3 kali sih? Aku mau istirahat bentar saja jadi keganggu."
"Ooh ya ya..", kali ini ia pun tetap mengangguk puas sambil tersenyum simpul. Lalu beliau menunduk seperti minta maaf dan berlalu.
Beberapa saat kemudian, ayah datang lagi sambil membawa sebuah foto diriku bersamanya kala masih berusia 2,5 tahun. Saat senang-senangnya tanya apa aja yang dilihat. Ia membalik foto tersebut dan kubaca sebuah tulisan "
"Anak laki-lakiku yang baru 2,5 tahun ini, bertanya kepadaku, "yah, itu apa?"
Kujawab, "itu burung nak". Nampak belum puas, ia bertanya lagi, "yah, itu apa?" Kujawab lagi, "itu burung nak". Dan untuk ketiga kalinya ia kembali bertanya, "yah, itu apa yah?" Kali ini agak keras suaranya. Kujawab sambil kupeluk dan kucium pipinya, "itu burung, anak ayah yg sholih." Lucunya ia. Menggemaskan sekali kalo sedang tanya ini itu.
Setelah membacanya, tak terasa air mataku menetes deras. Introspeksi diri. Beginikah perlakuanku pada ayah yang begitu menyayangiku? Padahal hanya beberapa hari saja ketemu. Itupun setahun sekali di hari raya.
------------------------
Selamat mudik ke kampung halaman.
Semoga selamat di jalan dan bisa bertemu dengan ayah ibu di rumah. Jangan lupa cium tangan mereka dan peluk rindu.
Jika beliau sudah tiada, kunjungi makamnya dan kirimkan doa. Dan sambung silaturahmi ke kawan2nya.
*Fikri Ali*
6 Sunnah Nabi di Hari Idul Fithri
♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨
Apa saja amalan atau adab yang perlu diingat ketika kita berada di hari Idul Fithri?
Berikut penjelasannya.
*1- Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Idul Fithri*
Mandi ketika itu disunnahkan. Yang menunjukkan anjuran ini adalah atsar dari sahabat Nabi.
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al-Irwa’, 1: 177)
Ada riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagai berikut.
عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى
Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ‘ied.
Dikatakan dianjurkan karena saat itu adalah berkumpungnya orang banyak sama halnya dengan shalat Jum’at. Kalau shalat Jum’at dianjurkan mandi, maka shalat ‘ied pun sama.
*2- Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik*
Ada riwayat yang disebutkan dalam Bulughul Maram no. 533 diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki baju khusus di hari Jumat dan di saat beliau menyambut tamu. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)
Ada juga riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ‘Umar pernah mengambil jubah berbahan sutera yang dibeli di pasar. Ketika ‘Umar mengambilnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, Ibnu ‘Umar lantas berkata, “Wahai Rasulullah, belilah pakaian seperti ini lantas kenakanlah agar engkau bisa berpenampilan bagus saat ‘ied dan menyambut tamu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,
إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ
“Pakaian seperti ini membuat seseorang tidak mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Bukhari, no. 948)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempermasalahkan berpenampilan bagus di hari Idul Fithri. Yang jadi masalah dalam cerita hadits di atas adalah jenis pakaian yang ‘Umar beli yang terbuat dari sutera.
Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)
Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied.
Aturan berpenampilan menawan di hari ‘ied berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain. Kecantikan wanita hanya spesial untuk suami.
*3- Makan sebelum shalat Idul Fithri*
Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Untuk shalat Idul Fithri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut dan sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum shalat Idul Fithri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa. Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)
Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.
*4- Bertakbir dari rumah menuju tempat shalat*
Ketika puasa Ramadhan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir. Allah Ta’ala berfirman,
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).
Dalam suatu riwayat disebutkan,
كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)
Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir (untuk shalat ied, pen.)
Namun kalau kita lihat dari keumuman ayat Surat Al-Baqarah ayat 185 yang menunjukkan perintah bertakbir itu dimulai sejak bulan Ramadhan sudah berakhir, berarti takbir Idul Fithri dimulai dari malam Idul Fithri hingga imam datang untuk shalat ‘ied.
Takbir yang diucapkan sebagaimana dikeluarkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Mas’ud bertakbir,
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).
Kalau lafazh di atas takbir “Allahu Akbar” ditemukan sebanyak dua kali. Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah pula disebutkan dengan sanad yang sama dengan penyebutan tiga kali takbir. (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 36442)
Artinya di sini, dua atau tiga kali takbir sama-sama boleh.
Syaikhul Islam menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, itu juga diperbolehkan. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)
Disyari’atkan bertakbir dilakukan oleh setiap orang dengan menjaherkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)
*5- Saling mengucapkan selamat (at-tahniah)*
Termasuk sunnah yang baik yang bisa dilakukan di hari Idul Fithri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)
Imam Ahmad rahimahullah berkata,
وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.” (Al-Mughni, 2: 250)
❄ Namun ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syari’at kita. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Contoh ucapan di hari raya ‘ied:
‘Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.
Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.
Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.
Selamat Idul Fithri 1437 H.
Sugeng Riyadi 1437 H (selamat hari raya) dalam bahasa Jawa.
Ucapan selamat di atas biasa diucapkan oleh para salaf setelah shalat ‘ied. Namun jika diucapkan sebelum shalat ‘ied pun tidaklah bermasalah. (Lihat bahasan Fatwa Islam Web 187457)
*6- Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda*
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)
Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal. Allah Ta’ala berfirman,
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al-Zalzalah : 4)
Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al-Kabir karya Ath-Thabrani 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy dalam Bahjah An-Nazhirin, 1: 439)
Semoga bermanfaat. Yuk amalkan!
Semoga hari ied kita penuh berkah, taqabbalallahu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi khair.
_______________________________
Oleh: *Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal*
Rumaysho.Com
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Sesungguhnya setiap kali seseorang *membaca Al-Qur'an* dengan *niat* tertentu maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW : "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada *niatnya*. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada *niatnya*.....(al-hadis)
1- اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.
1.Saya membaca Al-Qur'an demi mengetahui dan mengamalkan isinya.
2- اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله.
2. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
3- اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى.
3. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bermunajat kepada Allah.
4- اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة.
4. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mengobati penyakit2 lahir dan batin dengan Al-Qur'an.
5- اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور.
5. Saya membaca Al-Qur'an tujuan agar Allah SWT mengeluarkanku dari kegelapan menuju cahaya.
6- اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب
وحياة القلب وعمارة القلب.
6. Saya membaca Al-Qur'an karena ia adalah pengobatan bagi hati yg keras. Dalam membacanya terdapat ketenangan hati, hidupnya hati dan kokohnya bangunan hati.
7- اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى.
7. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan karena Al-Qur'an merupakan jamuan Allah SWT
8- اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين.
8. Saya membaca Al-Qur'an sehingga saya tidak tercatat sebagai orang2 yg lalai dan saya termasuk orang2 yg berdzikir
9- اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله.
9.Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan menambah iman dan keyakinan kepada Allah SWT
10- اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل.
10. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan memenuhi perintah Allah dengan tertib
11- اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف 10 حسنات والله يضاعف لمن يشاء.
11. Saya membaca Al-Qur'an untuk mendapatkan pahala sehingga saya bisa meraih 10 kebaikan dari setiap huruf dan Allah akan melipatgandakannya kepada siapa saja yg Ia kehendaki
12- اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة.
12. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya mendapatkan syafa'at Al-Qur'anul Karim di hari kiamat kelak
13- اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ.
13. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi SAW
14- اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة.
14. Saya membaca Al-Qur'an hingga Allah meninggikan derajat saya dan dengannya derajat umat ini juga menjadi tinggi
15- اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا.
15. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya naik -layak- mendapat derajat surga dan saya memakai mahkota dan memakaikan pakaian kebesaran kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mereka dapatkan pakaian itu didunia.
16- اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه.
16. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan taqarrub mepada Allah melalui kalamNya
17- اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته.
17. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya menjadi ahlulloh wa khossotihi (keluarga Allah dan mereka yg dekat dengan Allah, pent)
18- اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة.
18. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama malaikat safarotil kiromim baroroh
19- اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله.
19. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan agar selamat dari api neraka dan adzab Allah
20- اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي.
20. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya berada dalam maiyyatulloh (kebersamaan dengan Allah)
21- اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر.
21. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya tidak menjadi orang yg hina sehina-hinanya
22- اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ.
22. Saya membaca Al-Qur'an sehingga ia menjadi pembela saya bukan yg menuntut/mencelakakan saya
23- اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة.
23. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bahwa memandang mushaf adalah ibadah
24- اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده.
24. Saya membaca Al-Qur'an hingga turun kepada saya ketenangan dan saya diliputi rahmat dan Allah mengingat saya sebagai orang yg berada bersamaNya
25- اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله.
25. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan keutamaan disisi Allah SWT
26- اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب.
26. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya mendapatkan keuntungan yg baik
27- اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة.
27. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya tidak tersesat di dunia dan tidak sengsara di akhirat
28- اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم.
28. Saya membaca Al-Qur'an karena dengannya Allah mengangkat kesedihan2 serta menghilangkan resah dan gelisah
29- اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة.
29. Saya membaca Al-Qur'an agar dia menjadi teman dekat saya di dalam kubur dan cahaya bagi saya diatas jalan kehidupan, menjadi petunjuk bagi saya di dunia dan penuntun menuju surga
30- اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ.
30. Saya membaca Al-Qur'an agar Allah mendidik saya, menta'dib dengan akhlak yang menjadi hiasan diri Rasulullah SAW
31- اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل.
31. Saya membaca Al-Qur'an agar jiwa saya sibuk dengan kebenaran sehingga kebatilan tidak menyibukan saya
32- اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى.
32. Saya membaca Al-Qur'an untuk menempa diri, melawan setan dan hawa nafsu
33- اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة.
33. Saya membaca Al-Qur'an agar Allah menjadikan penghalang sebagai penutup antara saya dengan orang kafir di hari akhir kelak
٣٤- اقرأ القرآن ثم ابلغ منه ولو آية كما امرنا بذالك الحبيب المصطفى
34. Saya membaca Al-Qur'an kemudian menyampaikannya walau hanya satu ayat sebagaimana diperintahkan oleh Nabj SAW
٣٥-اقرأ القرآن لأدعو امتى للعمل به وبأحكامه
35. Saya membaca Al-Qur'an agar saya berdakwah kepada umat untuk mengamalkan isi dan hukum2nya
٣٦-أقرأ القرآن لتزداد معرفتى بدينى
36. Saya membaca Al-Qur'an agar bertambah pengetahuan tentang agama saya
٣٧-اقرأ القرآن حتى اشعر بأن الله يكلمني
37. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya merasa bahwa Allah sedang berbicara kepada saya
٣٨-أقرأ القرآن لأعرف منه احوال الامم السابقة
38. Saya membaca Al-Qur'an agar saya tahu darinya kondisi umat2 terdahulu
٣٩-أقرأ القرآن لأقبل مأدبة الله
39. Saya membaca Al-Qur'an untuk menerima jamuan dari Allah Swt
٤٠-أقرأ القرآن لانه لا يخلق من كثرة الرد
40. Saya membaca Al-Qur'an karena ia tidak diciptakan dengan keraguan
فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد.
Marilah kita menjadi ahlul Qur'an. Dan ini adalah bisnis kita dengan Allah yang mencakup keuntungan yang Allah berikan karena keutamannya yg mulia dan pemberiannya yang tidak pernah meleset.
Semoga Alloh SWT masih *mempertemukan* kembali *KITA* dengan Puasa Ramadhan Tahun depan ..Amiin YRA