Kamis, 16 November 2017

Bila Orangtua Tidak Merestui Calon

✒️Assalaamu'alaikum...

📲Rizal-Buton Sulawei Tenggara-
📑Ustadz bagaimna sikap kita jika saat memilih pasangan tidak direstui oleh orang tua?

📋Syukron jazaakumulloh

📚Jawaban 

✍️وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

🔵Orangtua pasti memiliki alasan tertentu ketika menghalangi atau belum merestui anaknya untuk menikah. Mereka pada dasarnya menginginkan anaknya bisa hidup bahagia kelak setelah menikah. Hanya saja, sudut pandang nya berbeda dengan sang anak.

📑Ada beberapa hal yang bisa dilakukan bila orangtua melarang menikah dengan sang calon, yaitu : 

📄 Mencari tahu alasannya, kemudian melakukan pendekatan sembari memberikan penyadaran kepada orangtua tentang larangan menghalangi anaknya menikah karena pertimbangan-pertimbangan yang tidak syar'i. Carilah waktu yang tepat dan bahasa yang santun.

📄 Tunjukkan bahwa pilihan antum merupakan pilihan yang baik dan paparkan alasan-alasan yang menguatkan. Pada umumnya orangtua khawatir atas pilihan anaknya apakah benar-benar merupakan pasangan yang baik dan tepat untuk anaknya atau tidak.

📄 Meminta bantuan saudara yang dipercaya atau berpengaruh terhadap orang tua. Hal ini bisa dilakukan untuk menguatkan argumentasi di hadapan orangtua.

📄 Meminta bantuan pihak ketiga bisa ustadz atau orang yang disegani. Pada umumnya orangtua lebih mendengar perkataan seorang ustadz atau orang yang disegani daripada anaknya sendiri.

📄 Perbanyak amal shalih, shalat tahajjud & memohon agar Allah ﷻ mengaruniakan pilihan dan keputusan yang terbaik untuk diri, agama & kehidupan.

📄 Bertawakkal kepada Allah ﷻ atas segala keputusan yang datang dari-Nya. Sebab apapun yang menjadi keputusan Allah ﷻ, itulah yang terbaik.

9 Cara Praktis Menjadi Istri Romantis Agar Disayang Suami

♻️ _Bagian 3_

🔴Bukan hanya tanaman yang perlu dirawat dan dijaga, rumah tangga pun harus demikian. Perlu dirawat dan dijaga keutuhannya dan keromantisan di dalamnya.

🔴Keluarga yang harmonis dan romantis adalah dambaan tiap suami istri. Sehingga bisa terwujud, bayti jannati. Rumahku surgaku. Sungguh hal yang spesial, jika terbentuk keluarga yang Islami dan rumahnya serasa surga baginya.

🔴Namun, mungkin banyak rumah tangga yang belum atau tidak sama sekali berusaha menerapkan cara-cara romantis agar pasangannya menjadi orang yang paling spesial. Nah buat para istri, berikut 9 cara mudah menjadi istri yang romantis agar semakin disayang suami tercinta.

📑 *7. Jangan Pelit Apresiasi*

🔴Suami istri saling membantu dalam rumah tangga adalah hal yang biasa. Tetapi, banyak istri yang biasanya menyuruh suami ini dan itu kemudian lupa memberi apresiasi kepada suami.

🔴Jangan lakukan hal demikian. Jangan sampai pelayanan anda kalah dengan pramusaji di hotel atau restoran. Ucapkan terima kasih dengan tulus kepada suami. Sembari memberikan seulas senyum terindah yang anda miliki.

📑 *8. Berikan Dandanan Terbaik Ketika Suami di Rumah*

🔴Suami adalah tumpuan istri dalam rumah tangga. Selayaknya mereka hidup saling mendukung satu sama lain.

🔴Istri harus senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada suami. Termasuk penampilan saat suami di rumah.

🔴Istri dalam aturan Islam kecantikannya hanya diberikan kepada suami. Tidak boleh diperlihatkan kepada selain mahramnya.

🔴Jangan menjadi istri yang hanya cantik saat kondangan atau acara pesta. Namun, tidak mempercantik diri di hadapan suami.

🔴Berdandanlah agar terlihat segar, fresh dihadapan suami. Anda pasti tahu, laki-laki biasanya banyak terpengaruh lewat pandangan atau matanya.

📑 *9. Jangan Segan Interaksi di Sosial Media*

🔴Interaksi di sosial media bukan lagi hal yang baru. Bahkan hampir tiap saat kita membuka aplikasi sosial media.

🔴Menampakkan kemesraan boleh-boleh saja. Namun adapula batasannya.

🔴Anda boleh berinteraksi dengan suami di sosial media. Anda bisa mentag suami anda. Tapi tag dengan teks saja.

🔴Tidak perlu mentag suami dengan foto bermesraan anda. Soalnya bisa dilihat banyak orang.

🔴Kalau pun mau, di private saja. Hanya anda dan suami yang bisa melihat. Namun, tag dengan teks itu sudah cukup.

🔴Anda juga bisa mengupload foto baitullah, kemudian men-tag suami anda. Ditambahkan kalimat harapan “Semoga kita bisa ke tempat ini bersama-sama. Mencium hajar aswad bersama.”

♻️ _Selesai_

📚Islamidia.com

Bolehkah Hubungan Intim Ketika Istri Hamil?

✒️Assalaamualaikum ustadz, ustadzah 

📲saya Husna domisili Ciamis

📑Pertanyaan :
🔴Dibolehkan atau tidak melakukan jima' (hubungan intim) ketika istri sedang hamil? Apakah ada atau tidak efek samping menurut kesehatan dan ketentuan syariat islam?
Terimakasih.

📑Jawaban : 

✒️وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

🔵Ketika seorang istri tengah hamil, biasanya suami menghentikan aktivitas jima'. Alasannya, khawatir menganggu kesehatan istri. Apalagi ketika mengandung anak pertama. Namun, literatur medis menyatakan bahwa jima' ketika hamil dapat membantu kelancaran proses persalinan.

🔵Saat jima', prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Ya membantu juga secara tidak langsung. Namun jima' pada usia kehamilan tua tetap harus hati-hati.

🔵Banyak pendapat medis menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk jima' sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih nyaman dengan tubuhnya. Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda jima' terlebih dahulu. Pasalnya, jima' di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat.

🔵Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi jima' sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan.

🔵Pada usia kehamilan 9 bulan, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi sehingga air ketuban pecah. Pasalnya, paru-paru bayi sudah matang. Kalau bisa di atas 36 minggu, bila pecah ketuban, bayi lahir sudah aman karena telah mampu bernapas di luar tubuh ibu.

🔵Banyak orang menganggap jima' saat hamil sangat berbahaya terhadap janin karena penis, orgasme, atau ejakulasi dianggap dapat mencederai bayi. Sebenarnya tidaklah demikian. Jima' dengan pasangan pada saat hamil apalagi menjelang persalinan dilakukan dengan sangat relaks.

🔵Jadi yang paling penting dalam hal ini adalah mencari posisi yang nyaman terutama untuk istri. Jima' harus dilakukan dengan nyaman agar jangan sampai terjadi kontraksi yang dahsyat untuk menghindari pecah ketuban. Pasalnya, ketuban pecah dapat menyebabkan infeksi ke tubuh janin. Namun yang paling aman, tentu saja berkonsultasi dengan dokter  untuk mengetahui kondisi kehamilan sehingga jima' yang dilakukan ketika istri hamil berlangsung aman dan lancar. 

🔵Dalam Islam, jima' ketika istri hamil hukumnya adalah mubah/boleh. Karena ini adalah perkara dunia, maka perkara dunia hukum asalnya mubah/boleh sampai ada dalil yang melarang. sebagaimana kaidah fiqh

الأصل في الأشياء الإباحة

📄“hukum asal urusan dunia adalah mubah/boleh”

🔵Selama tidak menimbulkan bahaya. Dan juga tidak memberatkan serta membuat istri merasa tersiksa. Misalnya ketika trimester pertama (tiga bulan pertama), biasanya wanita hamil mengalami mual-muntah (morning sicknes), maka sebaiknya suami tidak memaksakan. Ini sebagai bentuk muamalah dan pergaulan yang baik dengan istri, sesuai dengan firman Allah ﷻ,

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ

📄“Pergaulilah istrimu dengan baik.” (An-Nisa’ : 19)

Parenting: Ilmu yang Penting, Bukan untuk Dipinggirkan

🗂️Saat ini ilmu parenting belum banyak diminati oleh semua kalangan, menjadikan bidang ini seolah hal yang remeh. Mayoritas merasa belum waktunya ilmu ini dipelajari dengan berbagai alasan yang menyertai: belum punya anak, belum menikah, masih sibuk kerja, sibuk kuliah atau sibuk sekolah dan sibuk yang lain-lain. Bagi yang mau menikah seringkali yang menjadi fokus utama adalah rasa suka satu sama lain. Persiapan menjadi orangtua kadang malah buram. Juga tatkala telah memiliki anak pun, mereka belum meminati ilmu parenting.

🗂️Mereka memilih mengandalkan ilmu seadanya, mereka-reka, mencontoh pola asuh dan pendidikan dari orangtua kita yang kita tidak ketahui benar, tepat atau tidaknya untuk diterapkan pada anak. Bisa jadi juga adanya anggapan bahwa ini bukanlah sesuatu yang bisa mendatangkan masalah di kemudian hari karena melihat anak yang masih kecil nan menggemaskan. Namun di sisi lain, orangtua mempunyai impian anaknya menjadi anak yang sehat, tangguh, cerdas dan berakhlak mulia.

🗂️Sebagai contoh, jika orangtua menginginkan anak yang sehat dan kuat, bagaimana hal ini bisa terwujud jika makanan anak tidak dijaga oleh ibu atau bapaknya? Mudah saja jajanan luar yang tak terjamin kebersihannya atau gizinya menjadi konsumsi hanya karena ikut rengekan anak.  

🗂️Bagaimana bisa menjadi anak yang shalih yaitu taat kepada seluruh aturan Allah ﷻ dan Rasul-Nya jika pendidikan anak jauh dari Islam? Jangankan menjalankan syariat secara utuh, menutup aurat saja tidak dilakukan karena menganggap Islam sebatas agama ritual saja. Dalam hal kepemilikan juga demikian. Anak harus bisa membedakan mana barang miliknya dan mana barang milik orang lain, bagaimana cara meminjam dan bagaimana sikap yang benar jika tidak dipinjami.  

📑Ternyata masih banyak kan PR sebagai orangtua?

🗂️Banyak orangtua yang menargetkan anak untuk kelak menjadi pribadi yang baik dan shalih. Sayangnya, cara atau proses menuju itu seringkali minim pengetahuan. Para orangtua itu merasa nyaman dengan pola asuh yang sekarang tanpa melihat itu sudah tepat atau belum untuk sampai ke tujuan.

🗂️Akhirnya anak diberikan pendidikan yang keliru, dimana orangtua kadang kurang sabar menghadapi anak yang lagi tantrum misalnya. Banyak solusi salah yang diterapkan saat seperti itu. Bisa jadi anak dikerasi, dibentak, dimarahi, bahkan dicubit. Dengan begini seringkali orangtua tanpa sadar melabeli anaknya sebagai anak nakal. Atau dalam kasus lain orangtua menuruti semua keinginan anak tanpa mengenali itu baik atau tidak bagi si anak dengan dalih sayang anak yang mengakibatkan anak memberontak sejadi-jadinya apabila tidak dituruti di kemudian hari.

🗂️Ini hanya sebagai contoh dari sekian kasus. Anak harus dikenali dari potensinya yang merupakan fitrah manusia, ia juga harus dikenali dari usianya yang memiliki target-target pada setiap jenjang usianya itu. Kalau sudah seperti ini tentulah kita harus mengetahui dan memanjangkan sumbu kesabaran dalam mendidik dan mengasuh.

🗂️Profesi sebagai orang tua ini tidak bisa tidak harus dipelajari. Sama seperti ketika seseorang ingin menjadi seorang dokter, tentara, guru, karyawan swasta dan sebagainya yang mengharuskan ia memunyai ilmu di bidangnya.  

🗂️Islam sudah menempatkan aturan profesi ini. Ia mulia dengannya yaitu dengan aqidah. Jauh sebelum muslim dan muslimah berlabuh dalam sebuah pelaminan seharusnya mereka mengetahui tujuan hakikat penciptaan diri, juga hakikat pernikahan ini. Karena bagaimanapun keluarga adalah pucuk peradaban yang akan melahirkan generasi cemerlang. Pernikahan bukan hanya tentang dua insan yang bertemu berlandaskan cinta semata. Namun ini adalah permulaan hadirnya generasi cemerlang dari orangtua yang sadar dan menyiapkan profesi ini dengan landasan aqidah Islam.

✒️Tri Alviani
📚(riafariana/voa-islam.com)

Senin, 13 November 2017

Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak

Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak:

1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.

2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.

3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.

Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.

Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.

Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)

Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:

1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.

Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)

►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.
Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.

Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.

Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Sumber: FP Alhabib Quraisy Baharun

Sabtu, 11 November 2017

Mutiara pagi

Sejenak Pagi:

Jangan pernah mengasihani diri sendiri karena akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan.

Dengan menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri sendiri.

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur"

"Menyenangkan orang lain, akan membuat kita Bahagia"

Melihat keatas memperoleh semangat utk maju.

Melihat kebawah Bersyukur atas semua yg Ada.

Melihat kesamping Semangat Kebersamaan.

Melihat kebelakang sebagai Pengalaman Berharga.

Melihat ke dalam untuk Intropeksi.

Melihat ke depan untuk *MENJADI LEBIH BAIK*

Awali pagi dengan
*NIAT & BERDOA.............*

Jalani dengan
*BERUSAHA........*

Akhiri dengan 
*BERSYUKUR & TAWAKAL......*

Bahagia ......
Secukupnya

Sedih ..........
Seperlunya

Mencintai .........
Sewajarnya

*TAPI.........*
*BERSYUKURLAH SELALU*

Semoga menjadi lebih dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Senin, 06 November 2017

💦Khasiat Infused Water ❣🍷💦

1. Memulihkan tubuh
2. Mengobati Kolesterol
3. Anti Sembelit & diare
4. Kaya zat besi mencegah anemia
5. Menjaga kesehatan jantung
6. Meringankan masalah pencernaan
7. Kaya energi
8. Meningkatkan stamina
9. Mencegah gigi berlubang
10. Meningkatkan penglihatan
11. Mencegah rabun senja
12. Penetralisir tubuh
13. Menjaga tekanan darah
14. Menjaga berat badan
15. Mengobati diabetes