Selasa, 20 Juni 2017

Buat Ibu yang Suka Marah Pada Anak, Coba Cek, Apakah Suaminya Sudah Jadi Tempat Curhat yang Enak..?

Buat ibu-ibu yang suka melampiaskan kemarahan pada anak, coba cek dulu apakah suaminya sudah jadi tempat curhat yang enak atau belum.... Ada tulisan yang MAKJLEB berikut ini :
_________________________________________

KROMOSOM PEREMPUAN.
(Dishare kepada para suami).

Perempuan (makhluk berkromosom XX) yang jiwanya butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yang jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan.

Menyusui anak akan resah, tak sabar dengann kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sebagai sasaran pelimpahan emosi yang tidak semestinya.
Baca juga: WOW, MENGEJUTKAN!! Ini Bukti Ilmiah Bahwa Anak Makin Berprestasi Karena Ayah Ikut Mengasuh Anak | Keluarga Bahagia


Helvetica, sans-serif;">
Jadi, kadang endapan permasalahan dengan sang ayah dimanifestasikan dalam bentuk amarah yang tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yang tetap sabar kepada anak-anaknya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya..., tapi manifestasi ekstrim nya dalam bentuk penyakit fisik yang sulit sembuh.

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sebagai upaya untuk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya.

Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta untuk anak-anaknya.
Baca juga: TERUNGKAP!! 7 Rahasia Mendidik Anak yang Tidak Diketahui Banyak Orang Tua | Keluarga Bahagia

Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi putra-putri nya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yang baik untuk menanamkan nilai- nilai Robbany..., dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan bathinnya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yang hebat, berawal dari suami yang hebat, yang mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita, karena ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Semoga bermanfaat dan mari kita renungkan bersama.. :)

Please Like and Share!!!

Sumber: dr .Raehanul Bahraen.

DAHSYATNYA POSITIVE TEACHING POSITIF PADA ANAK DIDIK

☘Mempunyai pola pikir, berhati, dan bertindak postif kepada siswa menjadi sebuah keniscayaan tersendiri bagi pendidik

☘Anda adalah magnet bagi siswa. Magnet yang akan menarik kemiripan dengan kemiripan, keserupaan dan persamaan. Dengan demikian melihat siswa dari sisi postifnya menjadi perilaku bijak.

*SISWA SEBAGAI SUBJEK PENDIDIKAN ?*

��‍♀Siswa bukan sekedar objek pendidikan, tetapi juga subjek atau pelaku pembelajaran. Jika memposisikan siswa sebatas objek pendidikan, maka anda merasa diri menjadi manusia superioritas ( merasa paling dan lebih dari siswa ).

��Anda menganggap siswa masih belum mengerti apa – apa, bersih, kososng laksana kertas putih atau gelas yang tak berisi.

��Sebelum ke prosesnya alangkah baiknya kita luruskan sudut pandang kita dulu.. .

��kebanyakan kita semua, hanya masih menggunakan beberapa sudut pandang saja ? padahal ada 360 derajat sudut pandang

*BERSIMPATI PADA SISWA*

��Sikap simpati guru kepada siswa adalah kekuatan yang tak tertandingi dengan apapun. Perhatian, simpati, dan empati dari seseorang pendidik terhadap permasalahan anak didik akan menopang moralitas dan mentalitasnya. Dengan simpati guru, siswa merasakan adanya kekuatan yang mengalir dalam darahnya

��‍�� Setelah kita *BERSIMPATI PADA SISWA . . .*

��‍��Guru harus menjadi *“Kekasih Tercinta”* siswa. Ya benar, menjadi kekasih siswa. . .! ( Bukan pacar ya )
Jika anda menginginkan siswa mudah mengerti, memahami, dan mampu mengerjakan segala tugas yang anda berikan

��Maka langkah awal yang harus anda bangun dengan siswa adalah kedekatan emosional, kedekatan hati nurani, kedekatan batin, bukan sekedar hubungan atas – bawah, guru – murid. Berikanlah timbal balik kepada siswa, niscaya timbal balik yang anda terima adalah siswa yang sangat memperhatikan anda.

seperti halnya konsep sederhana ini

*KONSEP SEDERHANA :* Bila siswa meyakini bahwa pembelajaran matematika itu susah, maka pikiran pun membenarkan keyakinannya, yakni matematika benar benar susah. Karena pikiran beranggapan bahwa matematika susah, otak pun tidak mau bekerja untuk mencerna matematika, otak siswa akan selalu menolak hal yang dia benci. Dengan siswa selalu mendapat nilai minim, ini sesungguhnya bukan karena pelajarannya yang susah, tetapi siswa yang berkeyakinan bahwa matematika itu susah. Begitupun dengan kebalikannya !

1⃣ *Keyakinan Positif :* Bila siswa berkeyakinan matematika itu mudah dan dia suka kepada anda selaku guru matematika. Maka pikiran siswa akan bekerja untuknya

��Dari pikiran, muncullah usaha belajar yang didasari kesukaan. Dari dasar yang dilandasi kesenagan akan dihasilkan nilai maksimal. Siswa benar – benar pintar dan cerdas, matematika tidak menjadi masalah

2⃣ *Keyakinan Negatif :* Bila siswa keyakinan matematika itu susah dan dia membenci anda selaku guru matematikanya, maka pkiran siswa tidak mau bekerja untuknya

��Ketidak aktifan pikiran dalam diri siswa berdampak tidak munculnya action atau usaha belajar yang didasari kesukaan

*DAHSYATNYA KEKUATAN CINTA. . . .*

��Cinta memang misterius, penuh liku, dan unik amun mengandung banyak hikmah dalam selimut tabirnya

��Bagi siswa yang sudah mencintai sebuah pelajaran, dalam dirinya mengalir kekuatan yang tak bisa dibendung oleh siapapun juga, termasuk rasa sakit yang diderita yang sedang meghampiri, Dengan kekuatan cinta, demikian besar perjuangandan pengorbanan siswa demi mendapatkan ilmu dan pengetahuan di sekolah maupun di luar sekolah

��Inti dari yang saya sampaikan di ” *DAHSYATNYA POSITIVE TEACHING POSITIF PADA ANAK DIDIK “*Jika anda berlaku positif, niscaya siswa akan menagkap cahaya positif dari Anda dan akan memancarkan kepositifan juga untuk anda

��Maka kunci dari kesuksesan studi siswa dan keberhasilan anda dalam menyampaikan peajaran disekolah tidak terletak pada mata pelajaran tertentu itu susah atau mudah. Akan tetapi, iu hanya berawal dari presepsi anda dan siswa terhadap pelajaran bersangkutan

*DAHSYATNYA POSITIVE TEACHING POSITIF PADA ANAK DIDIK*

��Cara yang sedikit dilakukan tapi banyak yang bisa dimanfatkan
��‍♀SISWA SEBAGAI SUBJEK PENDIDIKAN
��‍��BERSIMPATI PADA SISWA
��‍��MENJADI “ KEKASIH “ SISWA
��‍��DAHSYATNYA KEKUATAN CINTA

Hasil DISKUSI bersama para GURU, DOSEN, MAHASISWA dan ORANGTUA didalam Group HIPNOTERAPI,

Kak AWIN Hypnotherapist,
Sharing 081293181817
IG: Kak_win1

APA YANG DIFIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI

"Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda,
_"Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu"._

Orang itu menjawab,
_"Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur"._

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda,
_‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’._
(HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw.

Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

_"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"_
(HR. at-Tirmidzi)

_"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."_
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.

Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.

Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

Inilah _*The Law of Attraction*,_ Hukum Tarik Menarik,  merupakan _*Sunnatullah*_ yang berlaku di alam semesta.

_*You are what you think*_
Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

_Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan._

Tugas kita hanya 2, yaitu : *Berusaha optimal dan berdoa*.
Sedangkan selanjutnya itu karsa ALLAH SWT.

Nabi SAW bersabda :
_"Ketika seorang hamba berkata *Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah*, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu"._
(HR. Ahmad).

SUKSES ITU DIBANGUN, BUKAN DICARI

Saya pernah punya seorang sahabat. Ia kuliah, merasa kuliah takkan mengantarnya pada apa yang dia anggap "kesuksesan".

Setelah itu ia memutuskan keluar kuliah dan merintis bisnis sendiri. Tak lama berselang, ia merasa bahwa bisnis yang dijalani takkan mengantarnya pada kesuksesan yang diharapkannya.

Langkah selanjutnya, ia kuliah lagi di jurusan bisnis, berharap meraih sukses di bidang bisnis sesuai harapannya, tapi baru awal semester berselang sudah keluar kuliah lagi dengan alasan, "Bukan ini yang saya cari...". Begitu seterusnya, hingga hidupnya makin tidak jelas.

Banyak orang terjebak oleh pemahaman 'Kesuksesan itu dicari'. Ibarat di dunia ini banyak pintu masuk, dan salah satunya adalah pintu kesuksesan. Maka dicobanya dengan memilih satu pintu.

Jika bukan 'pintu sukses', segera keluar untuk memasuki pintu lainnya. Begitu terus hingga ia bisa benar-benar masuk ke 'pintu sukses'.

Padahal, SUKSES ITU DIBANGUN, BUKAN DICARI. Ini berlaku pada definisi sukses di bidang apapun. Ingin sukses bisnis, jalani bisnis yang bisa dilakukan, dan bangun kesuksesan di sana dengan kesabaran.

Bisa jadi sukses diraih lewat jalur kuliah, maka jalani kuliah dengan baik, raih nilai terbaik, timba ilmu dari dosen sebanyak mungkin, kalau perlu jadi asisten dosen biar ilmu ang dosen tumpah kepada kita tanpa batas.

SUKSES ITU DIBANGUN, BUKAN DICARI. Untuk melakukannya perlu kesabaran dan kegigihan untuk melakukan berbagai hal yang bahkan tidak terbayang akan seperti apa jadinya di masa depan.

Namun yang terpenting berfokus pada yang terbaik hari ini dan secara tahap demi tahap naik level dan berjuang di tiap levelnya, hingga benar-benar sampai di puncak.

SUKSES ITU DIBANGUN, BUKAN DICARI. Bahkan saat kita belum bisa benar-benar mendefinisikan apa arti sukses, jalanilah apa yang ada saat ini dengan upaya terbaik. Lama-kelamaan, upaya terbaik itu akan mengantar kepada kesuksesan yang tak pernah terbayang sebelumnya.

Semua disebabkan karena bersabar membangun bangunan kokoh mulai dari pondasi terbawah.

SUKSES ITU DIBANGUN, BUKAN DICARI. Maka bangunlah mulai sekarang juga. Hindari pemikiran instan yang mengatakan, "Asal ketemu yang pas, kamu pasti sukses".

Jadilah pejuang sejati, dan bertumbuhlah menjadi orang besar karena kapasitas diri memang sudah terbukti pantas menerimanya.

--------------------------

Ditulis oleh: Surya Kresnanda (0811 2244 111)

Manajemen Stress Dan Berat Segelas Air

Yuuk kurangi stress yak para bunda sholihah..
Mungkin karena pekerjaan yang tak pernah habis..
Mungkin kecapekan mengurus anak anak...
Ataukah ikut mengarungi permasalahan keuangan bersama suami..
Mungkin juga masalah dengan keluarga besar, teman ataupun tetangga..
Dibaca yak untuk menambah wawasan kita..

Manajemen Stress Dan Berat Segelas Air..

Stephen R Covey, seorang konsultan dan pakar manajemen dari Utah, Amerika Serikat mengajar tentang Manajemen Stress.

Pria kelahiran 1932 itu bertanya kepada peserta kuliah, saat menyampaikan materinya,

“Menurut Anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” tanyanya.

Jawaban dari peserta kuliah beragam, mulai dari 200 Gram sampai 500 Gram.

“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya (mutlak). Tetapi berapa lama Anda memegangnya,” ungkap Covey.

“Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan saya akan sakit.

Jika saya memegangnya selama satu hari, mungkin saya harus memanggil ambulans,” lanjutnya.

“Yang sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya semakin berat, jika kita terus membawa beban, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya. Beban itu terasa meningkat berasa,” ungkap Covey.

“Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan Anda. Jangan bawa pulang beban itu dan dapat diambil kembali besok,” imbuhnya.

“Apapun beban Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmati dan memanfaatkannya.

“Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat dan disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” pungkas Covey.
3 variabel yg menyebabkan sakit
1. Mulut selalu makan
2. Kepala sering stress
3. Jarang olahraga

Nah, kalo dalam islam lebih sempurna yaitu dengan meningkatkan ibadah dan berdoa dengan tunduk menggabungkan antara khouf dan roja', rasa takut kepada Allah yg Maha Perkasa dan rasa harapan keyakinan yg besar doa kita diterima, berdoa pada waktu2 yg istimewa termasuk sepertiga malam terakhir dan bulan Romadhon..

InsyaAllah hati selalu tenang dan Bahagia..
By: Bekam Medika Azzaisy

7 KIAT BERBISNIS DI RUMAH

Perempuan ketika lajang dan ketika sudah berstatus istri memiliki dua perbedaan yang besar, salah satunya adalah mengatur waktu. Jika Anda, adalah seorang wanita bekerja, pengaturan waktu menjadi lebih rumit, 8 jam bahkan lebih akan Anda habiskan di luar rumah, sehingga waktu untuk rumah tinggal –sisa- waktu. Kondisi ini diperparah jika satu waktu anggota keluarga ada yang sakit tapi di sisi lain pekerjaan di kantor tak bisa ditinggalkan. Rumit!

Itu sebabnya kenapa saya lebih suka dengan bisnis yang berlokasi di rumah. Bisnis yang tidak perlu repot mengurusnya plus bisa dipadukan dengan menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah. Jangan salah, bisnis rumahan ini justru sangat menjanjikan bahkan lebih menjanjikan dibandingkan bekerja di luar rumah! Ini serius!

Berikut ada kiat berbisnis di rumah supaya Anda bisa mengelola bisnis dengan baik dan bisnis Anda bisa terus berkembang tapi Anda tetap eksis sebagai ibu rumah tangga.

*Pertama, Tanyakan pada diri Anda, potensi apa yang Anda miliki?*

Tidak perlu ikut-ikutan! Artinya begini, Anda paling tahu potensi yang Anda miliki apa sehingga inilah yang harus Anda kembangkan. Tidak perlu mengikuti bisnis yang dikelola teman Anda, bisnis yang sedang populer, atau bisnis apapun yang sebetulnya Anda tidak paham bisnis tersebut. Saya sih lebih merekomendasikan potensi Andalah yang dikembangkan. Jika Anda mahir berbahasa, kenapa tidak membuka les bahasa di rumah Anda? Jika Anda jago bikin artikel, kenapa tidak menjadikan kelihaian Anda menjadi peluang bisnis menulis artikel di berbagai media? Jika Anda jago masak, buat saja katering kantoran yang Anda kelola di rumah? Coba saja Anda list kemampuan dan potensi Anda di sebuah kertas, Anda akan tercengang sendiri. Betapa Anda luar biasa!

*Kedua, Kenali Pasar Anda*

Jika Anda sudah yakin dengan potensi yang akan Anda kembangkan, maka mulailah untuk menyusun rencana bagaimana Anda akan memasarkan potensi Anda. Kenali pasar Anda! Apa yang mereka butuhkan!

*Ketiga, Mintalah Dukungan Suami*

Namanya juga seorang istri, apa-apa harus meminta izin suami. Apakah suami Anda mengijinkan mengenai bisnis rumahan yang akan Anda jalankan atau tidak? Awalnya bisa jadi suami ada kekhawatiran bisnis akan menggerus waktu Anda mengurus rumah tapi dengan penjelasan Anda bisa jadi suami akan mendukung. Dukungan inilah yang harus Anda dapatkan, sebab dengan dukungannyalah Anda bisa melalui berbagai kendala menghadang dalam bisnis dan bisa mengembangkan bisnis dengan sukses. So, dukungan suami itu penting!

*Keempat, Gunakan tekhnologi untuk Berpromosi!*

Nah, salah satu hal yang bisa Anda optimalkan ketika memulai bisnis di rumah adalah dengan menggunakan tekhnologi yang berkembang pesat sekarang. Gunakan berbagai jejaring sosial untuk mempromosikan bisnis Anda, selain juga Anda bisa menggunakan fasilitas SMS dan telepon untuk menghubungi kawan-kawan Anda. Gunakan tekhnologi untuk berpromosi, tidak perlu lagi Anda berkeliling door to door. Efektif kan?:)

*Kelima, Buatlah Program dan Target!*

Jangan abaikan Program dan Target! Sekecil apapun bisnis yang Anda kelola, mulailah untuk membuat program yang akan Anda jalankan dan target yang ingin Anda capai. Buatlah program dan target lalu mulailah melangkah dengan panduan program Anda, maka Anda akan kaget dengan pencapaian target yang sedemikian cepatnya. Insya Allah...

*Keenam, Pisahkan Uang Bisnis dan Uang Dapur*

Banyaknya kegagalan para ibu ketika memulai bisnis di rumah adalah karena mencampurkan uang bisnis dengan uang dapur L. Memang sangat menggoda kok melihat uang bisnis untuk meningkatkan pasokan uang dapur, kalaupun memang terpaksa harus dilakukan, anggaplah bahwa Anda berhutang pada uang bisnis Anda. Jangan sampai tergiur menggunakan uang bisnis Anda untuk keperluan keluarga karena dengan begitu Anda sudah menggerus modal tanpa Anda sadari. Biarkan bisnis Anda berkembang terlebih dahulu, keuntungan demi keuntungan larikan pada modal bisnis yang lebih besar. Nah, kalau bisnis Anda sudah besar, Anda pasti sudah bisa mengatur dengan baik, berapa persen keuntungan bisnis Anda bisa lari ke dapur

*Ketujuh, Sedekah, Kenapa Tidak!*

Bagaimana jika Anda mulai menyisihkan uang untuk kepentingan banyak orang. Sedekah tidak membuat bisnis Anda bangkrut atau menciut, bahkan sedekah bisa melipatgandakan bisnis Anda tanpa Anda sadari. Yuuuk ah, bersedekah!

-Indari Mastuti-

Kamis, 08 Juni 2017

Ya Allah Aku Minta Kau Pilihkan

Bismillah, alhamdulillah washolatu wasallam ‘ala rasulillah amma ba’ad.

Kita memang diperintahkan untuk merencanakan, untuk menganalisa, memperkirakan, memprediksi dan seterusnya. Karena orang beriman urusannya harus rapi dan teratur. Tetapi yang pasti adalah sehebat apapun perencanaan kita, kita tidak pernah tahu hasil akhirnya. Apalagi kita dihadapkan pada dua hal yang harus kita pilih salah satunya.

Memilih bukanlah urusan yang sederhana. Berbagai macam kemampuan digunakan untuk menganalisa agar keputusannya jatuh pada sesuatu yang tepat. Silakan saja melakukan hal itu, tetapi jangan pernah lupa, ada hal yang lebih hebat daripada itu agar keputusan kita tepat dan pilihan kita barokah.

Maka kalau kita dihadapkan pada dua pilihan, atau kita dihadapkan untuk menentukan sesuatu, lakukanlah istikharah. Artinya istikharah adalah meminta dipilihkan. Ada syariatnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Dari Jabir bin Abdillah radiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan istikharah di urusan-urusan kami, sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami satu surah dari Al-Qur’an.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Kalau kalian merasa gundah akan sebuah urusan, maka shalatlah dua rakaat, ini bukan shalat wajib. Kemudian bacalah do’a ini:

Allahumma inni astakhiiruka bi’ilmika (Ya Allah aku minta Kau pilihkan dengan ilmu-Mu), wa astaqdiruka biqudrotika (dan aku minta Kau tentukan kekuasaan-Mu), wa as-aluka min fadhlikal ‘adziim (dan aku minta dari keutamaan-Mu Yang Agung), fa innaka taqdiru walaa aqdiru (sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuasa menentukan sementara aku tidak kuasa dan tidak menentukan), wata’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘alamal guyuub (Engkau Yang Tahu dan aku tidak tahu, Engkau Yang Maha Mengetahui yang ghoib).

Allahumma in kuntu ta’lamu anna hadzaal amr khoirun lii fii dii nii wama’aa syii wa’aa qibati amrii (Ya Allah jika kau tahu bahwa urusan ini baik untukku, baik untuk kehidupanku, untuk agamaku, kehidupanku, dan akhir urusan ini baik sekarang atau nanti), faqdurhulii wayassarhu lii tsumma baarik lii fiihi (maka putuskan ini untuku mudahkanlah ia untukku kemudian berkahilah aku pada urusan ini).

Wa inkunta ta’lamu anna hadzaal  amra syarri lii fii diinii wa ma’aa syii wa’aaqibati amrii (Ya Allah kalau ternyata urusan ini tidak baik untukku, di agamaku, di kehidupanku, di akhir urusan ini nanti), fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu (maka jauhkan ia dariku, jauhkan aku darinya) waqdur liil khaira (kemudian tetapkan untukku yang baik) khaitsu kaa na tsumma ardhinii bih (di manapun berada dan buatlah aku ridho dengannya).

Kemudian diajarkan agar seseorang yang sedang berdo’a itu menyebutkan apa kebutuhannya dan apa masalahnya.

Lihatlah, do’a ini ternyata ada kata tsumma barikli fii (kemudian berkahi aku ya Allah dalam urusan ini). Ini artinya, agar urusan kita berkah—mengingat kita tidak tahu masa depan—mintalah dipilihkan oleh Allah dan berdo’alah. Maka istikharahlah agar urusan kita diberkahi.

Wallahu ta’ala ‘alam  bishowab.

Artikel ini merupakan transkripsi dari podcast audio Serial Berkah bersama Ust. Budi Ashari, Lc.