Minggu, 25 Juni 2017

Bekti Anak Kepada Orang Tua

Siang hari bulan ramadhan di kampung halaman, setelah berjuang melawan macetnya mudik, saya rebahan di sebuah angkruk (tempat bersantai orang jawa kampung) bawah pohon belimbing depan rumah. Tetiba datang ayah, yang kini kupanggil kakek untuk mengajari anak-anakku, menghampiriku. 

Beliau yang kini sudah jauh melemah fisiknya, sulit untuk berbicara secara jelas. Seringkali hanya menunjuk-nunjuk untuk memberitahukan keinginannya.

Entah karena apa, tetiba ia menarik pundakku sambil menunjuk burung Kacer di kandang. "Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata.

"Itu burung Kacer kek", jawabku halus.
"Ooh ya ya..", ia mengangguk puas sambil tersenyum simpul.

Entah 5 atau 10 detik kemudian, ia bertanya untuk kedua kalinya.
"Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata, sambil menunjuk burung Kacer di kandang.
"Itu burung Kacer kek", jawabku kedua kalinya agak aneh.
"Ooh ya ya..", ia masih mengangguk puas sambil tersenyum simpul.

Beberapa detik kemudian, untuk ketiga kalinya, ayah coba melakukan hal yang sama. Dan kali ini saya mulai jengkel.

"Aa..apa..?", katanya tidak jelas dan terbata-bata, sambil menunjuk burung Kacer di kandang.
"Itu burung Kacer yah !!", jawabku ketus.
"Ayah koq nanya terus sampe 3 kali sih? Aku mau istirahat bentar saja jadi keganggu."

"Ooh ya ya..", kali ini ia pun tetap mengangguk puas sambil tersenyum simpul. Lalu beliau menunduk seperti minta maaf dan berlalu. 

Beberapa saat kemudian, ayah datang lagi sambil membawa sebuah foto diriku bersamanya kala masih berusia 2,5 tahun. Saat senang-senangnya tanya apa aja yang dilihat. Ia membalik foto tersebut dan kubaca sebuah tulisan "

"Anak laki-lakiku yang baru 2,5 tahun ini, bertanya kepadaku, "yah, itu apa?"
Kujawab, "itu burung nak". Nampak belum puas, ia bertanya lagi, "yah, itu apa?" Kujawab lagi, "itu burung nak". Dan untuk ketiga kalinya ia kembali bertanya, "yah, itu apa yah?" Kali ini agak keras suaranya. Kujawab sambil kupeluk dan kucium pipinya, "itu burung, anak ayah yg sholih." Lucunya ia. Menggemaskan sekali kalo sedang tanya ini itu.

Setelah membacanya, tak terasa air mataku menetes deras. Introspeksi diri. Beginikah perlakuanku pada ayah yang begitu menyayangiku? Padahal hanya beberapa hari saja ketemu. Itupun setahun sekali di hari raya.

------------------------
Selamat mudik ke kampung halaman.
Semoga selamat di jalan dan bisa bertemu dengan ayah ibu di rumah. Jangan lupa cium tangan mereka dan peluk rindu.

Jika beliau sudah tiada, kunjungi makamnya dan kirimkan doa. Dan sambung silaturahmi ke kawan2nya.

*Fikri Ali*

6 Sunnah Nabi di Hari Idul Fithri


♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨

Apa saja amalan atau adab yang perlu diingat ketika kita berada di hari Idul Fithri?

Berikut penjelasannya.

���� *1- Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Idul Fithri*

Mandi ketika itu disunnahkan. Yang menunjukkan anjuran ini adalah atsar dari sahabat Nabi.

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al-Irwa’, 1: 177)

Ada riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma  sebagai berikut.

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ‘ied.

Dikatakan dianjurkan karena saat itu adalah berkumpungnya orang banyak sama halnya dengan shalat Jum’at. Kalau shalat Jum’at dianjurkan mandi, maka shalat ‘ied pun sama.

���� *2- Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik*

Ada riwayat yang disebutkan dalam Bulughul Maram no. 533 diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki baju khusus di hari Jumat dan di saat beliau menyambut tamu. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)

Ada juga riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ‘Umar pernah mengambil jubah berbahan sutera yang dibeli di pasar. Ketika ‘Umar mengambilnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, Ibnu ‘Umar lantas berkata, “Wahai Rasulullah, belilah pakaian seperti ini lantas kenakanlah agar engkau bisa berpenampilan bagus saat ‘ied dan menyambut tamu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,

إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ

“Pakaian seperti ini membuat seseorang tidak mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Bukhari, no. 948)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempermasalahkan berpenampilan bagus di hari Idul Fithri. Yang jadi masalah dalam cerita hadits di atas adalah jenis pakaian yang ‘Umar beli yang terbuat dari sutera.

Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied.

Aturan berpenampilan menawan di hari ‘ied berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain. Kecantikan wanita hanya spesial untuk suami.

���� *3- Makan sebelum shalat Idul Fithri*

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib  Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Untuk shalat Idul Fithri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut dan sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.

Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum shalat Idul Fithri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa. Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.

���� *4- Bertakbir dari rumah menuju tempat shalat*

Ketika puasa Ramadhan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir. Allah Ta’ala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Dalam suatu riwayat disebutkan,

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir (untuk shalat ied, pen.)

Namun kalau kita lihat dari keumuman ayat Surat Al-Baqarah ayat 185 yang menunjukkan perintah bertakbir itu dimulai sejak bulan Ramadhan sudah berakhir, berarti takbir Idul Fithri dimulai dari malam Idul Fithri hingga imam datang untuk shalat ‘ied.

Takbir yang diucapkan sebagaimana dikeluarkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Mas’ud bertakbir,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).

Kalau lafazh di atas takbir “Allahu Akbar” ditemukan sebanyak dua kali. Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah pula disebutkan dengan sanad yang sama dengan penyebutan tiga kali takbir. (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 36442)

Artinya di sini, dua atau tiga kali takbir sama-sama boleh.

Syaikhul Islam menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, itu juga diperbolehkan. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)

Disyari’atkan bertakbir dilakukan oleh setiap orang dengan menjaherkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)

���� *5- Saling mengucapkan selamat (at-tahniah)*

Termasuk sunnah yang baik yang bisa dilakukan di hari Idul Fithri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

Imam Ahmad rahimahullah berkata,

وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.” (Al-Mughni, 2: 250)

��❄ Namun ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syari’at kita. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Contoh ucapan di hari raya ‘ied:

����‘Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.

����Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.

����Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.

����Selamat Idul Fithri 1437 H.

����Sugeng Riyadi 1437 H (selamat hari raya) dalam bahasa Jawa.

Ucapan selamat di atas biasa diucapkan oleh para salaf setelah shalat ‘ied. Namun jika diucapkan sebelum shalat ‘ied pun tidaklah bermasalah. (Lihat bahasan Fatwa Islam Web 187457)

���� *6- Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda*

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal. Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al-Zalzalah : 4)

Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”

Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا

“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al-Kabir karya Ath-Thabrani 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy dalam Bahjah An-Nazhirin, 1: 439)

Semoga bermanfaat. Yuk amalkan!

Semoga hari ied kita penuh berkah, taqabbalallahu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi khair.

_______________________________
Oleh: *Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal*

Rumaysho.Com

Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Sesungguhnya setiap kali seseorang *membaca Al-Qur'an* dengan *niat* tertentu maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW : "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada *niatnya*. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada *niatnya*.....(al-hadis)

1- اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.
1.Saya membaca Al-Qur'an demi mengetahui dan mengamalkan isinya.
2- اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله.
2. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
3- اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى.
3. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bermunajat kepada Allah.
4- اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة.
4. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mengobati penyakit2 lahir dan batin dengan Al-Qur'an.
5- اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور.
5. Saya membaca Al-Qur'an tujuan agar Allah SWT mengeluarkanku dari kegelapan menuju cahaya.
6- اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب
 وحياة القلب وعمارة القلب.
6. Saya membaca Al-Qur'an karena ia adalah pengobatan bagi hati yg keras. Dalam membacanya terdapat ketenangan hati, hidupnya hati dan kokohnya bangunan hati.
7- اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى.
7. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan karena Al-Qur'an merupakan jamuan Allah SWT
8- اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين.
8. Saya membaca Al-Qur'an sehingga saya tidak tercatat sebagai orang2 yg lalai dan saya termasuk orang2 yg berdzikir
9- اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله.
9.Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan menambah iman dan keyakinan kepada Allah SWT
10- اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل.
10. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan memenuhi perintah Allah dengan tertib
11- اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف 10 حسنات والله يضاعف لمن يشاء.
11. Saya membaca Al-Qur'an untuk mendapatkan pahala sehingga saya bisa meraih 10 kebaikan dari setiap huruf dan Allah akan melipatgandakannya kepada siapa saja yg Ia kehendaki
12- اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة.
12. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya mendapatkan syafa'at Al-Qur'anul Karim di hari kiamat kelak
13- اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ.
13. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi SAW
14- اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة.
14. Saya membaca Al-Qur'an hingga Allah meninggikan derajat saya dan dengannya derajat umat ini juga menjadi tinggi
15- اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا.
15. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya naik -layak- mendapat derajat surga dan saya memakai mahkota dan memakaikan pakaian kebesaran kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mereka dapatkan pakaian itu didunia.

16- اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه.
16. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan taqarrub mepada Allah melalui kalamNya
17- اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته.
17. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya menjadi ahlulloh wa khossotihi (keluarga Allah dan mereka yg dekat dengan Allah, pent)
18- اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة.
18. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama malaikat safarotil kiromim baroroh
19- اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله.
19. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan agar selamat dari api neraka dan adzab Allah
20- اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي.
20. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya berada dalam maiyyatulloh (kebersamaan dengan Allah)
21- اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر.
21. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya tidak menjadi orang yg hina sehina-hinanya
22- اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ.
22. Saya membaca Al-Qur'an sehingga ia menjadi pembela saya bukan yg menuntut/mencelakakan saya
23- اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة.
23. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan bahwa memandang mushaf adalah ibadah
24- اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده.
24. Saya membaca Al-Qur'an hingga turun kepada saya ketenangan dan saya diliputi rahmat dan Allah mengingat saya sebagai orang yg berada bersamaNya
25- اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله.
25. Saya membaca Al-Qur'an dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan keutamaan disisi Allah SWT
26- اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب.
26. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya mendapatkan keuntungan yg baik
27- اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة.
27. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya tidak tersesat di dunia dan tidak sengsara di akhirat
28- اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم.
28. Saya membaca Al-Qur'an karena dengannya Allah mengangkat kesedihan2 serta menghilangkan resah dan gelisah
29- اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة.
29. Saya membaca Al-Qur'an agar dia menjadi teman dekat saya di dalam kubur dan cahaya bagi saya diatas jalan kehidupan, menjadi petunjuk bagi saya di dunia dan penuntun menuju surga
30- اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ.
30. Saya membaca Al-Qur'an agar Allah mendidik saya, menta'dib dengan akhlak yang menjadi hiasan diri Rasulullah SAW
31- اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل.
31. Saya membaca Al-Qur'an agar jiwa saya sibuk dengan kebenaran sehingga kebatilan tidak menyibukan saya
32- اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى.
32. Saya membaca Al-Qur'an untuk menempa diri, melawan setan dan hawa nafsu
33- اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة.
33. Saya membaca Al-Qur'an agar Allah menjadikan penghalang sebagai penutup antara saya dengan orang kafir di hari akhir kelak
٣٤- اقرأ القرآن ثم ابلغ منه ولو آية كما امرنا بذالك الحبيب المصطفى
34. Saya membaca Al-Qur'an kemudian menyampaikannya walau hanya satu ayat sebagaimana diperintahkan oleh  Nabj SAW
٣٥-اقرأ القرآن لأدعو امتى للعمل به وبأحكامه
35. Saya membaca Al-Qur'an agar saya berdakwah kepada umat untuk mengamalkan isi dan hukum2nya
٣٦-أقرأ القرآن لتزداد معرفتى بدينى
36. Saya membaca Al-Qur'an agar bertambah pengetahuan tentang agama saya
٣٧-اقرأ القرآن حتى اشعر بأن الله يكلمني
37. Saya membaca Al-Qur'an hingga saya merasa bahwa Allah sedang berbicara kepada saya
٣٨-أقرأ القرآن لأعرف منه احوال الامم السابقة
38. Saya membaca Al-Qur'an agar saya tahu darinya kondisi umat2 terdahulu
٣٩-أقرأ القرآن لأقبل مأدبة الله
39. Saya membaca Al-Qur'an untuk menerima jamuan dari Allah Swt
٤٠-أقرأ القرآن لانه لا يخلق من كثرة الرد
40. Saya membaca Al-Qur'an karena ia tidak diciptakan dengan keraguan
فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد.
Marilah kita menjadi ahlul Qur'an. Dan ini adalah bisnis kita dengan Allah yang mencakup keuntungan yang Allah berikan karena keutamannya yg mulia dan pemberiannya yang  tidak pernah meleset.

Semoga Alloh SWT masih *mempertemukan* kembali *KITA* dengan Puasa Ramadhan Tahun depan ..Amiin YRA

Jumat, 23 Juni 2017

Buat Ibu yang Suka Marah Pada Anak, Coba Cek, Apakah Suaminya Sudah Jadi Tempat Curhat yang Enak..?

Buat ibu-ibu yang suka melampiaskan kemarahan pada anak, coba cek dulu apakah suaminya sudah jadi tempat curhat yang enak atau belum.... Ada tulisan yang MAKJLEB berikut ini :
_________________________________________

KROMOSOM PEREMPUAN.
(Dishare kepada para suami).

Perempuan (makhluk berkromosom XX) yang jiwanya butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yang jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan.

Menyusui anak akan resah, tak sabar dengann kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sebagai sasaran pelimpahan emosi yang tidak semestinya.
Baca juga: WOW, MENGEJUTKAN!! Ini Bukti Ilmiah Bahwa Anak Makin Berprestasi Karena Ayah Ikut Mengasuh Anak | Keluarga Bahagia


Helvetica, sans-serif;">
Jadi, kadang endapan permasalahan dengan sang ayah dimanifestasikan dalam bentuk amarah yang tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yang tetap sabar kepada anak-anaknya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya..., tapi manifestasi ekstrim nya dalam bentuk penyakit fisik yang sulit sembuh.

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sebagai upaya untuk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya.

Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta untuk anak-anaknya.
Baca juga: TERUNGKAP!! 7 Rahasia Mendidik Anak yang Tidak Diketahui Banyak Orang Tua | Keluarga Bahagia

Ibu yang sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi putra-putri nya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yang baik untuk menanamkan nilai- nilai Robbany..., dan hal ini harus didukung oleh ayah yang memperhatikan bathinnya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yang hebat, berawal dari suami yang hebat, yang mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita, karena ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Semoga bermanfaat dan mari kita renungkan bersama.. :)

Sumber: dr .Raehanul Bahraen.

Riset Kehidupan

Seorang Profesor di Jepang melakukan Riset yg Mengejutkan...?

1.  *maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*

2. *hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.

3.  *kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. *asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5.  *diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6.  penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. *jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *jarang sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah 

- *Spiritual* 50%  
- *Psikis*     25%  
- *Sosial*    15%  
- *Fisik*     10%  

Jadi kalau kita ingin selalu sehat,  perbaiki diri kita,  pikiran kita,  terutama hati kita dari segala jenis penyakit  hati : hasad,  hasud,  iri,  dengki,  pendendam,  fitnah,  ghibah,  riya,  ujub,  benci, amarah terpendam, sombong, pelit, su'udzon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya.

Perbanyak istighfar dan mudah memaafkan.
Lembutkan hati dan ikhlas kan yang sudah terjadi.
Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun.
Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Serap ilmu dari arah mana saja.
Dari kawan maupun lawan, yg bersumber kpd dalil Al Qur'an dan Sunnah

Karena seringkali ada ibrah tersembunyi dari kejadian yang menimpa orang-orang di sekitar kita.

* Tebar Aura positif
* Jauhi su'udzon              * Slalu khusnudzon  
SEMOGA BERMANFAAT

Tips mendidik anak Prof Muhaya


1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat "Iyyakana'budu waiyyakanasta'in" ("Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan."), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan...."Ibu mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang..."
Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya)
dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu  ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.

5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita di masa lalu.

7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.

8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan sholat.
(Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat,
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)

9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun... jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik/ tampan tapi melihat hati yang cantik.

10. Saat mencuci beras niatkan... "Ya Allah...lembutkanlah hati anak-anakku, sebut nama anak kita... untuk paham agamanya..... (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka).... seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi ".
Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw.
Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu, aamiin 3x YRA...

Sumber : Prof. Dr. Muhaya

HYPNO KAYA

Bagaimana salah satu cara orang terkaya di dunia menemukan sunah-Nya dengan cara berbeda :

1. Ilmu yang bermanfaat.
2. Anak yang sholeh.
3. Amal jariyah.

http://www.cerpen.co.id/post_140292.html

Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing" : Di Dunia Ini Ada "3 Jenis" Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!

Di dunia ini ada 3 jenis uang yang sangat misterius, semakin banyak kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat!

Yuk lihat, sehebat apa 3 jenis uang itu?

Jenis Pertama: *Uang Untuk Investasi Diri*.

Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!

Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi.
Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.

Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin, dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja gak bakal kelaparan.

Meskipun kamu akan bilang, "buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!"

Orang semacam ini selamanya gak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit.

Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini.

Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.

Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain,
dan menghindari kesalahan yang sama.

Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang, bahkan sampai meminjam uang sekalipun!

Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan,
ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Kapan saja bisa mulai!
Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang,
sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia.

Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit,
gimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?

Orang yang bijak, harus memahami hal ini.

Jenis Kedua: *Uang Untuk Berbakti*.

Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan.

Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup,
bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?;
Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang,
tidak perlu memberikan uang pada orang tua!
Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu, uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin.

Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkanmu.

Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, gak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkan mu?
Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan?

Jadi kalo sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan.

Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan?

Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu, berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah "restu alami".

Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu.

Seseorang kalau tidak memiliki restu, seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri.

Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain, uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua,
tapi juga untuk diri sendiri!

Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu, lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan, apakah hidup mereka sudah berbakti?
Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal, hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.

*Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua!*
Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!

Jenis Ketiga: *Uang Untuk Amal*

Asal ada uang lebih, donasikan lah itu. Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih "kurang beruntung" dari kita. Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.

Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan. Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.

Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.

Jika kamu adalah bos, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya.

Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakti mu.

Akhir kata, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman di sekitar mu. Ini juga merupakan bentuk amal loh!

by : Kakawin