Jumat, 02 Maret 2018

PESAN CINTA SEDERHANA

Suatu hari di sebuah warung sederhana, di Kepatihan Wetan, Solo, aku mengamati dialog di dalamnya.

_“Gratis Mbok??“_ si Parjo bertanya heran.

_“Ya , kenapa? makan aja apa yg kamu suka."_

_“Wah.... terimakasih mbok...terimakasih…”_

Si Mbok tersenyum riang ketika memperhatikan Parjo, langganannya yg biasa berhutang di warungnya, sekarang menyantap makanan dg lahapnya.
Mungkin kali ini pria itu dapat menikmati makanannya dg tanpa beban.
Keringat meleleh di keningnya.

_“ Jo...“_

_“Ya, Mbok. Ada apa..?_ _apa ini hanya guyonan saja Mbok?"_ Parjo melongo ke arah si Mbok dg bingung dan mulut yg masih terisi nasi.
Tapi si mbok tetap tersenyum.

_“Ini catatan Bon kamu ya. ?_ tanya si Mbok dg tersenyum.

_“Ya Mbok. Tapi aku ndak ada duit sekarang."_

_“Ya, aku tahu. Kamu memang selalu ndak ada uang akhir2 ini._
_Ya sudah, bon kamu aku hapus..“_  jawab simbok dg senyum.

_“ Hapus???“_ teriak Barjo dg bengong.
_“wah,  lelucon apa lagi ini Mbok. Jangan bikin aku jantungan Mbok. Gratis saja aku sudah bingung…lah sekarang bonku malah dihapus, lagi.“_

_“Ya ..kamu ndak perlu jantungan. Terima aja. Aku senang kok”_ Jawab simbok.

Hari itu ada hampir 40 orang yg datang makan di warung mbok Mijah.
Mereka semua adalah supir angkot, tukang becak, pemulung, pedagang asongan, pengamen jalanan dan tukang minta2 yg biasa nongkrong di sudut jalan.
Semua menikmati makanan dg gratis.
Bahkan sebagian dari mereka yg punya catatan hutang dinyatakan dihapus oleh simbok. 
Kebahagiaan jelas sekali terpancar diwajah si Mbok.

Pemandangan tsb  aku saksikan sendiri sambil asyik menikmati es teh manis.
Mereka yg datang seakan tidak memperdulikan ku.
Tapi tidak ada satupun ekspresi wajah dari mereka yg luput dari perhatianku.

Hari itu memang aku sengaja datang ke warung si Mbok yg jd langgananku ketika aku mahasiswa dulu. 
Si Mbok hampir tidak percaya ketika aku datang.‎

_"Maksud mas??“_ Tanya siMbok dg sedikit terkejut.

_“Ya Mbok. Aku ingin tahu berapa jumlah penjualan Si mbok bila seluruh makanannya habis terjual.”_  tanyaku tanpa memperdulikan keterkejutannya.‎

_“400 ribu rupiah, Den. Tapi tidak semua simbok terima karena sebagian dihutangin”_

_“ Baik. Berapa jumlah catatan hutang dari semua pelanggan si Mbok“_  tanyaku lagi.

_“ Ada Rp. 700 ribu"_ jawabnya lagi tapi masih bingung.

_“Oke Mbok. Nah ini saya beri uang Rp. 1.500.000.“_ kataku sambil memberikan uang itu kepadanya.

_“Oh.. Untuk apa ini Den…??”_ Sekarang benar2 bingung dia.

_“ Aku hanya ingin memberikan uang ini kepada SiMbok. Karena dalam keadaan sulit siMbok masih bisa berbuat baik sama orang. Simbok bisa ngutangin orang yg butuh makan walau simbok sendiri tidak tahu kapan orang itu akan membayar.”_

Sambil memperhatikan wajahnya yg berseri dalam kebingungan, kupegang tangannya dan menyerahkan uang itu. 

_“Nah, apa yg akan siMbok lakukan dengan uang ini?"_ sambung ku.

_“SiMbok hanya ingin memberi kesempatan semua langganan makan gratis hari ini._ _Menghapus semua hutang mereka.”_ Jawabnya.

_“Mengapa???“. Sekarang gantian aku yg bingung.

_“Simbok orang miskin. Simbok pengen bersedekah tapi ndak pernah bisa. Wong hidup juga sulit begini."_ Katanya.

******
Ketika senja mulai beranjak malam. Aku melangkah menjauhi sudut jalan itu.
Di dalam mobil aku termenung. Selama ini kita begitu hebatnya menggunakan retorika bahwa kita peduli dg si miskin. Kita marah kepada ketidak-adilan. Tapi kita tidak berbuat banyak.
Tapi sebetulnya kehadiran Allah tetap ada di lingkungan simiskin.
Dengan kesahajaan di antara mereka dan cara mereka, mereka berbagi untuk saling peduli. Itu...

Negeri ini kuat karena rahmat Allah yg meniupkan pesan cinta ke hati siapapun utk saling berbagi.
Masalahnya ada yg bisa membaca pesan itu dan ada yg tidak membacanya. 

Si Mbok adalah contoh bhw pesan cinta Allah dibacanya dg baik, walau sedikit yg  dia punya itulah yg dia bagi... dan dia bahagia karena itu...

Saudaraku...‎
Memang cinta selalu menyehatkan dan menentramkan walau harus dg memberi sesuatu dimana pada waktu yg bersamaan diri sendiri juga sangat membutuhkannya.

"Berbagi tidak harus menunggu kaya."
😊❤💕

TAHUKAH ANDA?

*Tahukah Anda?*

Di saat kita bersin, seluruh aynggota tubuh kita terhenti berfungsi, seolah2 kita mati, Ini terjadi dalam hitungan yg sgt pantas. Setelah itu baru berfungsi spt semula. Inilah kenapa dalam Islam disunnahkan kita membaca "Alhamdulillah" setelah bersin sebagai ungkapan kesyukuran atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*Tahukah Anda?*

Menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita perlu tambahan oksigen.

*Tahukah Anda?*

Bahwa memakan buah kurma dalam jumlah yg genap itu akan menghasilkan gula dlm darah.
Kerana itu Rasulullah SAW telah menganjurkan kita untuk makan kurma dalam jumlah ganjil, agar hanya berubah menjadi karbohidrat.

*Tahukah Anda?*

Bahwa tepat setelah dikumandangkan azan, itu adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa.

*Tahukah Anda?*

Di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita sedang bersolat?
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan solat, dia akan membawa bersama semua dosa-dosanya. Kemudian dosa-dosa itu diletakkan di atas kepala dan kedua pundaknya. Maka ketika ia ruku' atau sujud, berjatuhanlah dosa-dosa tersebut.
Wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam solatnya supaya bertenang dan tahanlah agar lebih lama sedikit ketika sedang ruku' dan sujud agar lebih banyak dosa2 kita yang berguguran..

*Tahukah Anda?*

Diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal dunia.
Maka tiap kali penduduk desa menziarah kuburnya, mereka tercium harumnya mawar dr dalam kubur tsbt. Kemudian suaminya menjelaskan bahwa isterinya ketika masih hidup selalu membaca surah Al-Mulk terutama setiap kali sebelum tidur.. Sesungguhnya surat Al-Mulk itu menyelamatkan kita semua dari seksa kubur.

*Tahukah Anda?*

Ketika kita membaca ayat Kursi setelah kita selesai solat,
maka tiada halangan antara kita dgn syurga kecuali kematian...

*Tahukah Anda?*

Bahwa para malaikat mendoakan kita selepas selesai solat,
Maka janganlah kita terburu2 untuk beranjak dari tempat duduk..

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa
Rasulullah S.A.W bersabda :
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

MENYAYANGI ANAK

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَدِمَ نَاسٌ مِنْ الْأَعْرَابِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا أَتُقَبِّلُونَ صِبْيَانَكُمْ قَالُوا نَعَمْ فَقَالُوا لَكِنَّا وَاللَّهِ مَا نُقَبِّلُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمْلِكُ أَنْ كَانَ اللَّهُ قَدْ نَزَعَ مِنْكُمْ الرَّحْمَةَ

Dari Aisyah RA dia berkata, "Sekelompok orang badwi datang menemui Rasulullah SAW, mereka berkata, "Apakah kalian mencium anak-anak kalian?" Para sahabat menjawab, "Ya." Maka orang-orang Arab Badwi itu berkata, "Demi Allah, kami tidak pernah melakukannya." Maka Nabi SAW bersabda: "Aku memiliki apa yang telah Allah hilangkan dari sikap kasih sayang kalian."

(Sunan Ibnu Majah No: 3655) Status: Hadis Sahih

  Menjadi tanggungjawab ibu dan  bapak untuk mengasihi dan menyayangi anak mereka.

Mendidik anak-anak  dengan  kasih sayang bisa dirupakan salahsatunya dengan ciuman.

Allah tidak akan menyayangi  yang tidak menyayangi yang lain. Sabda Nabi SAW:

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ

Dari Jarir bin Abdullah berkata, "Rasulullah SAW bersabda: "Allah tidak akan menyayangi seseorang yang tidak menyayangi yang lain."

(HR Bukhari  No: 6828 Hadis Sahih)

Mendidik anak semenjak kecil   agar  ketika  dewasa dia bisa mandiri, dan siap menghadapi segala macam permasalahan.

Nabi pernah bersabda ajarilah  anak  memanah, berenang, naik kuda dan sebagainya dari olahraga? Hikmah ketika itu disaat cabang  olahraga  tidak sebanyak sekarang ini. Lihatlah bagaimana sikap seorang pemanah dari sisi saat ia memanah dengan tepat, lihatlah orang yang berenang dalam menjaga keseimbangan tubuhnya, saat orang naik kuda mengendalikan kuda yang larinya kencang sekalipun. Jadi bukan dari sisi permainan itu saja diambil hikmahnya, tetapi substansi hikmah di belakang dari semua itu.

Mendidik anak yang sudah besar, itu sama saja kita mencoba meluruskan pohon bengkok sejak semula. Karenanya, akan sangat sulit sekali lurusnya. Kalau diluruskan dengan paksaan ia akan patah. Karena itu selagi dia masih kecil, dan masih bisa dibentuk, maka bentuklah sedari dini hari, jangan sampai siang hari, nanti kesiangan, apalagi senja hari, nanti rabun senja. Lebih parah kalau dibentuk sudah malam hari, mata udah rabun, gelap, pandangan dan samar-samar.

IBU HAMIL, INGATLAH, PENTINGNYA MENJAGA NIAT DALAM LELAHMU

Saya bertanya, apa yg Ibu rasakan dan lakukan saat pertama kali tahu hamil? 
Jawabnya rata2 kaget, bersyukur, bingung, senang, dll.

Kemudian, saya bertanya lagi, sudahkan ibu meniatkan diri dengan bersungguh-sungguh akan menjaganya dengan sebaik-baiknya sejak saat itu? Sebagaimana niat sebelum menjalankan ibadah lainnya?

Semua terdiam...

Baiklah, saya tidak akan menanyakan satu per satu kok, tapi seandainya belum, maka saya ingin mengingatkan bahwa perjuangan hamil hingga menyapih itu melelahkan dan susah payah, sayang banget jika akhirnya berlalu begitu saja dan tidak dinilai ibadah untuk meraih ridha Alloh hanya karena kita "lupa" tidak mengawalinya dengan niat?

QS Luqman : 14
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan #LEMAH #YANG#BERTAMBAH-TAMBAH, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“

QS al-Ahqof : 15
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan #SUSAHPAYAH, dan melahirkannya dengan #SUSAHPAYAH (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Wahai Robb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.”

Karenanya, mari, saat ini juga silahkan awali niat tsb agar Alloh ridho dan menilai sbg bagian dr ibadah dan moment peningkatan iman kita dan keluarga, bukankah setiap amal bergantung pada niatnya?

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ #Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai #niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Nah kalo sudah niat...mari kita muhasabah diri tentang bagaimana proses terciptanya manusia dan pertumbuhan bayi dalam rahim kita dan betapa Alloh sudah memilihkan yg terbaik sejak awal dan itulah kenapa kita harus menjaganya dengan sebaik-baiknya...

Dan sayapun putarkan video pertumbuhan janin mulai sejak bertemunya sperma dan ovum hingga lahir sebagai bayi pada saat yang ditentukanNya...

Masyaa Alloh, ternyata reaksi ibu-ibunya diluar dugaan... Beberapa ada yg sesenggukan, ada yg berkaca-kaca, ada yg terdiam....semuanya terpana...

Alhamdulillah... Pendampingan persalinan hingga penyapihan memang bukan sekedar moment belajar bagaimana menjadi Ibu, tapi juga sbg moment pengingat bahwa semuanya adalah jalan ibadah, jalan meraih ridho Alloh, jalan muhasabah tentang kebesaran Alloh dan menjaga akidah itu yg utama.

Selamat berjuang Ibu pejuang dan penerus kesalihan....

DAMPAK BURUK MENJAUH DARI MAJELIS ILMU

Bismillah...

Menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan da’wah dapat mengeraskan hati.

Al Hasan al Bashri berkata :
“Sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami.
Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akherat."

Usahakan selalu hadir di majelis ilmu atau minimal dua majelis ilmu dalam sepekan di masjid.

Jika anda beranggapan mendengar kaset (atau radio) saja sudah cukup maka anda keliru.

Sesungguhnya anda butuh hadir di masjid.
Ketika anda duduk di majelis ilmu dalam masjid,

1. para malaikat akan mengelilingimu,
2. sakinah (ketenangan) akan menaungimu,
3. rahmat akan turun kepadamu dan
4. Allah akan memujimu di hadapan para malaikatNya...

Demi Allah, ini sesuatu yang lain dari yang lain.

Oleh karena itu engkau dapati kebanyakan orang-orang yang tergelincir adalah orang-orang yang melalaikan majelis ilmu.

Rutinlah hadir di majelis ilmu, jagalah dan ikutilah jadwal-jadwalnya setiap pekan niscaya engkau memperoleh semangat keimanan yang baru.

Jika di sana terdapat kekurangan maka akan segera membaik atau bila terdapat retak pasti tertutupi insya Allah.

Rahasianya, ketika engkau hadir di majelis-majelis ilmu, keimananmu akan meningkat.

Kami dahulu selalu menyertai para masyaaikh di awal iltizam, lalu salah seorang sahabat kami absen.
Syaikh bertanya tentangnya, mereka berkata :
“Ia sedang asyik membaca sebuah kitab sehingga tidak bisa datang .
” Syaikh berkta: “Kabarkan kepadanya bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri.”

Memang benar, hadir di majelis-majelis ilmu untuk mencari berkah, barangkali ada salah seorang hadirin yang mustajab doanya.
Apabila ia mengaminkan doa syaikh niscaya akan dikabulkan doa dan Allah akan merahmati seluruh hadirin.

Dengan begitu engkau akan memperoleh kemenangan yang besar.

Dalam hadits disebutkan :

هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ

“Mereka adalah satu kaum yang tidak akan rugi orang-orang yang bermajelis dengan mereka.”
(Muttafaq ‘alihi)

Oleh karena itu seorang sahabat nabi berkata kepada temannya, “Bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan iman sesaat.”
Kemudian apa yang engkau kerjakan apabila engkau tidak hadir ?

Kesibukan-kesibukan dunia, ambisi-ambisi, bisikan-bisikan setan!

Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa, masjidlah tempat kembali kaum mu’minin.

Kembalilah ke masjid, hadirilah halaqah ilmu.
Berlindunglah kepada Allah niscaya Allah akan melindungimu.

Janganlah berpaling, karena Allah akan berpaling darimu.

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ
Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman surga itu?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, ”Halaqah dzikir (Majlis Ilmu)”
(HR Tirmidzi, no. 3510, Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562)

Dari terjemahan Min Asbaab Al-Futur wa 'Ilaajuhu karya Muhammad Husain Ya'qub

Solusi agar Anak-anak Mau Berpakaian Syar’i

Pertanyaan :
 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Ustaz, mohon pencerahannya..
Walhamdulillah, anak-anak kami sudah mengerti syariat berpakaian bagi muslimah. Tetapi untuk berpakaian secara syar’i, mereka masih sangat sulit. Bagaimana solusinya, Ustadz?
(Dari Hamba Alloh Anggota Grup WA Bimbingan Islam)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته
Perlu diperhatikan faktor usia, lingkungan dan latar belakang pendidikan/keluarga mereka. Usia puber biasanya relatif agak sulit diatur, demikian pula lingkungan yang ‘abangan’ jelas menyulitkan kita untuk membiasakan mereka berpakaian syar’i. Lemahnya pendidikan agama juga semakin menjadikan mereka tidak merasa perlu untuk berpakaian syar’i.

Jadi solusinya ialah carilah lingkungan yang baik bagi mereka atau minimal kalau tidak memungkinkan untuk pindah rumah, maka carikan sekolah yang islami, yang mewajibkan siswinya untuk berpakaian syar’i, atau masukkan saja ke pondok pesantren yang recommended.
Sebab Nabi bersabda (المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل) “Seseorang mengikuti agama orang yang dia cintai, maka perhatikanlah siapa orang yang kalian cintai”.  HR. Ahmad.

Dalam hadits lainnya, Rasulullah membuat perbandingan antara teman yang baik dengan teman yang buruk; seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi… al hadits (Muttafaq ‘alaih).

Artinya, dengan mencarikan teman-teman yang baik untuk anak kita, minimal mereka jadi tahu mana yang baik dan syukur-syukur bisa menjadi baik seperti teman-temannya…

Wallaahu a’lam.

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA
Sumber : grup muslimah.salafy02

RAYUAN SETAN DALAM PACARAN

بســـم اللّٰه الرحمن الرحيم

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, _“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”_ (QS. Ali Imran: 14)

*_ADAB BERGAUL ANTARA LAWAN JENIS_*

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

*1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis*

Allah berfirman yang artinya, _“Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”_ (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya, _”Dan katakanlah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”_ (QS. an-Nur: 31)

*2. Tidak berdua-duaan*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.”_ (HR. Bukhari & Muslim)

*3. Tidak menyentuh lawan jenis*

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”_ (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

*_SALAH KAPRAH DALAM BERCINTA_*

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, _“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”_ (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.”_ (HR. Bukhari & Muslim).

Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….

*_IBLIS, SANG PENYESAT ULUNG_*

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, _“Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.”_ (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.”_ (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajjud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

***

Penulis: Ibnu Sutopo Yuono
Artikel www.muslim.or.id

Copyright 2018 Muslim.Or.Id. All Rights Reserved.

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

Silahkan disebarluaskan tanpa mengubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
Jazaakumullahu khairan.