Kamis, 22 Maret 2018

Kecerdasan Logika-Matematika Anak Usia Dini


A.       Kecerdasan Logika-Matematika


Beberapa hal yang akan dibahas dalam sub bab ini antara lain: pengertian, tahap perkembangan logika-matematika anak, kemampuan logika-matematika anak prasekolah, dan indikator kecerdasan logika-matematika anak usia dini.

1.         Pengertian

Prasetyo dan Andriyani (2009)mengemukakan bahwa kecerdasan logika-matematika diartikan sebagai kapasitas untuk menggunakan angka, berpikir logis untuk menganalisa kasus atau permasalahan dan melakukan perhitungan sistematis.

Sementara dalam bukunya Yus (2011: 71), kecerdasan logika matematis adalah kemampuan untuk memahami dasar-dasar operasional yang berhubungan dengan angka dan prinsip-prinsip serta kepekaan melihat pola dan hubungan sebab akibat dan pengaruh.

Jadi dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan kecerdasan logika matematika adalah kemampuan untuk memahami dasar-dasar operasional, berpikir logis untuk menganalisa kasus atau permasalahan dan melakukan perhitungan sistematis.

2.         Tahapan Perkembangan Logika-Matematika Anak (0-5 tahun)

Jauh sebelum anak berurusan dengan simbol-simbol abstrak dan rumus-rumus, ia akan menemukan matematika dalam berbagai benda yang dilihat dan disentuhnya. Semakin berkembang pengetahuan anak, apalagi dengan bimbingan dan pengarahan orangtua, anakkemudian memang semakin mampu menerapkan dasar-dasar konsep matematika, seperti mengklasifikasi, membandingkan, menyusun urutan, dan berhitung.

Amany Aulady (2011) menyebutkan tahapan perkembangan logika-matematika anak usia 0-5 tahun sebagai berikut:

a.    Usia bayi 0 -1 tahun

Anak suka mengamati apa saja yang ada disekitarnya yang dapat dijangkau dengan mudah.

b.    Usia 1,5 – 2,5 tahun

 Anak mulai mengklasifikasikan obyek berdasarkan warna, bentuk dan fungsi. Atau apabila pada usia ini anak mulai berbicara, kesadaran terhadap konsep besar dan kecil akan berkembang dan memasuki tingkatan konsep lebih besar atau lebih kecil dengan membandingkan berbagai benda.

c.    Usia 3 - 4 tahun

 Anak menyukai kegiatan menyusun benda berdasasrkan urutan kecil ke besar. Di usia ini anak telah berada dalam tahap perkembangan berpikir untuk menimbang dan mengukur. Anak usia 3 tahun sudah mulai menyadari konsep pola tertentu, misal kancing yang disusun dengan pola warna tertentu misalnya: biru, merah, kuning, hijau. Anak usia ini sudah dapat meniru susunan dengan pola yang sama. Konsep logika lain yang mulai berkembang adalah konsep tentang hubungan sebab akibat. Hal yang relatif bisa diukur adalah:

1)            Mengenal ciri diri sendiri

2)            Mengenal warna

3)            Mengenal konsep persamaan dan perbedaan

4)            Mengelompokkan benda berdasarkan warna dan bentuk

5)            Mengenal macam macam rasa dan bau

6)            Menentukan posisi luar – dalam, atas – bawah

7)    Mengenal bangun geometri seperti persegi panjang, segitiga dan lingkaran) dan mulai mengidentifikasi bentuk geometri dengan benda yang ada disekitarnya

8)    Mengenal ukuran panjang – pendek, berat – ringan dari benda benda yang ada disekitarnya

9)            Mengenal waktu dengan matahari, siang – malam

10)   Mengenal lambang bilangan 1 – 10

d.    Usia 4 - 5 tahun

Anak sudah mulai memahami konsep bilangan, dan berkembang kepekaannya terhadap konsep ukuran yang ada disekitarnya. Hal yang  relatif bisa diukur adalah:

1)    Mengenal lebih banyak ciri diri sendiri dan mengenali persamaan dan perbedaan dirinya denngan orang lain

2)    Menghubungkan ukuran dengan benda yang ada disekitarnya

3)    Menghubungkan bentuk geometri dengan benda yang ada disekitarnya

4)    memperkirakan ukuran jumlah, panjang pendek, berat ringan benda benda yang ditemuinya

5)    Mengurutkan benda berdasarkan warna, ukuran, jenis permukaan dengan pola tertentu

6)    Mengamati perubahan bentuk cair, beku, uap dan embun

7)    Menentukan posisi kiri kanan, depan belakang

8)    Mengenal konsep waktu berdasarkan kegiatan

9)    Mengenal konsep hari

10)      Mengenal konsep dan lambang bilangan 1 – 20

3.         Indikator Kecerdasan Logika-Matematika Anak Usia Dini

Menurut Yus (2011: 56) berikut indikator kecerdasan logika-matematika anak usia dini berdasarkan usia anak, dengan lingkup penelitian indikator kemampuan logika matematika anak usia 4-5 tahun.

 Indikator Kecerdasan Logika-Matematika Anak


Rentang Usia


Tiga – Empat Tahun


1.     Mengenal dua ciri diri sendiri.

2.     Mengenal warna dasar (merah, kuning, dan biru)

3.     Mengenal konsep persamaan dan perbedaan

4.     Mengelompokkan benda menurut warna dan bentuk

5.     Mengenal macam-macam rasa dan bau

6.     Menentukan posisi luar-dalam, atas-bawah

7.     Mengenal bangun geometri, seperti empat persegi panjang, segitiga, dan lingkaran

8.     Mengenal ukuran, panjang-pendek, berat-``ringan

9.     Mengenal waktu dengan matahari, siang-malam

10.  Mengenal lambang bilangan 1-10


Empat – Lima Tahun


1.      Mengenal lebih banyak ciri diri sendiri

2.      Mengenal persamaan dan perbedaan ciri dengan teman-temannya

3.      Menghubungkan ukuran dengan benda yang ada di sekitarnya

4.      Menghubungkan bentuk geometri dengan benda yang ada di sekitarnya

5.      Mengenal warna sekunder

6.      Menghubungkan konsep dan lambang bilangan 1-20

7.      Memperkirakan ukuran jumlah, panjang pendek, ringan berat.

8.       Mengamati perubahan bentuk cair, beku, uap, dan embun

9.      Mengurutkan benda berdasarkan ukuran, warna, jenis permukaan

10.   Menentukan posisi kiri-kanan, depan-belakang

11.   Menghubungkan bentuk geometri dengan benda sekitar

12.   Mengenal konsep waktu berdasarkan kegiatan

Lima – EnamTahun


1.      Mengidentifikasi warna benda – benda di sekitarnya

2.      Memasangkan gambar benda dengan fungsi/kegunaannya

3.      Mengidentifikasi tubuh manusia

4.      Mengidentifikasi arah

5.      Memberi perhatian terhadap sesuatu disekitarnya

6.      Pemahaman konsep objek yang telah ditetapkan

7.      Pemahaman konsep persahabatan

8.      Menjelaskan waktu dalam rentang seminggu

9.      Merencanakan masa depan

10.   Membedakan bentuk

11.   Menguutkan benda berdasarkan ukuran, warna, jenis permukaan dengan pola tertentu

12.   Menghiung angka satuan

13.   Mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri dalam satu benda

14.   Mengidentifikasi perubahan benda dari tawar menjadi manis, asin, dan asam

15.   Menentukan ukuran benda yang ada disekitarnya

 (Sumber: Yus, 2011: 76)


Sedangkan Permen No. 58 tahun 2009 tentang Standart Pendidikan Anak Usia Dini, tingkat pencapaian perkembangan logika-matematika dengan lingkup kemampuan logika-matematika anak usia 4-5 tahun dirumuskan pada tabel berikut:

 Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini


Lingkup Perkembangan


Tingkat Pencapaian Perkembangan

Usia 4 - < 5 Tahun


Konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola

1. Mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk dan warna.

2. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang. berpasangan dengan 2 variasi

3. Mengenal pola AB-AB dan ABC-ABC.

4. Mengurutkan  benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau warna.


Konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf

1. Mengetahui konsep banyak dan sedikit.

2. Membilang banyak benda satu sampai sepuluh.

3. Mengenal konsep bilangan.

4. Mengenal lambang bilangan.

5. Mengenal lambang huruf



Usia 5 – 6 tahun

Konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola

1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran “lebih dari”, “kurang dari”, atau “paling/ter”.

2. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)

3. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi.

4. Mengenal pola ABCD-ABCD

5. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari yang  paling kecil ke paling besar dan sebaliknya.


Konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf

1. Menyebutkan lambang bilangan satu sampai sepuluh.

2. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan

3. Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan

( Sumber: Peraturan Menteri No.58 tahun 2009)

Sabtu, 10 Maret 2018

ANAK

💠 Faedah 💠

Anak adalah anugerah
Maka bersyukurlah kepada Allah,
Sayangi dan cintai anakmu,
Ia adalah penyejuk mata pelipur lara,
Jangan pernah menyia-nyiakannya,
Karena tidak semua orang dikaruniai
anak keturunan.

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ ○ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki ○ atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha kuasa. [Surat Asy-Syura, Ayat 49-50]

Anak adalah ujian
Ia akan menguji kesabaranmu,
Ketika ia rewel atau bertingkah macam2,
Ia akan menguji ketulusan hatimu,
Tatkala ada fisiknya yang tak sempurna atau cacat mentalnya.

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. [Surat At-Taghabun, Ayat 15]

Anak adalah amanah
Didiklah ia agar paham agama
dan memiliki akhlak yang mulia,
Jika kau menelantarkannya maka
kelak kau akan ditanya tentangnya,
Ingatlah, anakmu punya hak hak
yang wajib untuk kau tunaikan.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

Sungguh, Allah menyuruhmu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, [Surat An-Nisa', Ayat 58]

Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk merawat dan mendidik anak-anak kita dan semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholih/shalihah..

📝Ustadz Abdul Basid, Lc, حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى

SUAMI YANG PELIT

🏚Sebuah fenomena yg tak jarang kita temui. Fenomena Suami-suami yg PHP IN, lah apa itu kok suami PHP IN? Kok istilahnya keren banget? Ya itulah Suami-Suami Pelit (S2P) suka PHP IN ISTRI Alias pemberi harapan palsu. Tak heran terkadang tuntutan ekonomi menuntut segala sesuatu harus hemat, uang belanja hemat, uang saku hemat, uang jajan hemat, uang makan hemat, gerakan hemat sedunia mulai muncul. Namun tatkala istri diam tunduk termangu tak ada uang muncul, jangankan uang, kata-kata romantis pun tak ada. Seharusnya suami itu pun memirkan yg dinamakan dgn uang nesu (uang sedih) bukan malah suami yg suka PHP in istri. Mi nanti kita main kesana y!, Mi nanti makan yg enak y, mi nanti main kesana y. Sewaktu sebelum nikah pun PHP IN itu kadang sampai sekarang pun belum terbukti. Nanti kalau nikah ingin punya anak yg hafal qur'an, sholih, sholihah, dll.

🌸Sobat Sakinah dari gambaran kehidupan diatas terkadang Kehidupan ideal dalam rumah tangga akan menjadi angan-angan setiap orang dan ini adalah cita-cita tertinggi setiap rumah tangga. Seorang lelaki yg bertindak sebagai nahkoda berharap agar istrinya seorang wanita shalihah, menjalankan kewajiban kepada Rabbnya, taat kepada suami dan sayang terhadap anak-anak. Di sisi lain, seorang wanita pun mendambakan suaminya lelaki yang bertanggung-jawab, mengerti kewajiban-kewajibannya sebagai hamba Allâh Azza wa Jalla dan kepala rumah tangga. Inilah harapan-harapan yg harus tetpenuhi dalam bingkai rumah tangga sakinah. Anda seorang suami maka berikah kewajiban anda, adapun anda seorang istri laksanakan perintah suami anda dgn penuh tanggungjawab.

💞Namun, tahukah anda sebuah keluarga sulit untuk bebas dari masalah sebab setiap masalah itu kompleks dan butuh penyelesaian secara matang. Di antaranya, sebagian istri menghadapi model suami yang pelit suami yg hanya pemberi harapan palsu. Meskipun memiliki keuangan yang cukup, serba kecukupan, namun sang suami tidak menyodorkan kepada istrinya nafkah yang cukup bagi istri dan anak-anaknya. Akibatnya, istri akan menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anak. Terjadilah banyak sekali ketimpamgan dalam rumah tangga. Sementara, ia tidak mudah untuk mendatangi qadhi atau hakim agama untuk menyelesaikan masalah itu.

📂Tatkala masalah ini terjadi, suami tidak memberikan nafkah dengan cukup, padahal ia mampu melakukannya, ada strategi jitu bagi seorang istri. Solusi Islam bagi seorang istri yg suaminya pelit dan suka PHP adalah diperbolehkan untuk mengambil apa yang dibutuhkan dari milik suami, tanpa sepengetahuan suami. Inilah jala keluar dari syariat yg mulia ini agar seorang istri tdk terlilit kesusahan dalam mengurus rumahtangga.

🗒Syaikh Husain al-Awayisyah hafizhahullah mengatakan, _*“Seorang istri berhak meminta (suami) bagian nafkah yang dibutuhkan bagi dirinya dan anak-anak. Dan ia pun boleh mengambil dari uang milik suami secukupnya dengan cara baik-baik, tanpa berlebihan, meski suami tidak mengetahuinya”.*_

🏷Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwasanya Hindun binti Utbah Radhiyallahu 'anha berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Abu Sufyan seorang lelaki yang pelit. Maka, aku pun terpaksa mengambil dari uangnya (untuk keperluan nafkah). Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خُذِيْ مَا يَكْفِيْكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوْفِ

_"Ambillah apa yang mencukupi dirimu dan anakmu dengan cara yang baik-baik."_ [HR. Al-Bukhâri no.7180 dan Muslim no.1714]

⌛Jawaban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menjadi solusi bagi setiap istri yang mengalami masalah yang sama. Tatkala mereka mendapati model suami-suami yg pelit dan hanya pemberi harapan palsu sja, Ia tidak mesti datang ke pengadilan untuk mengadukan keluhannya tersebut. Dan tidak setiap wanita bisa pergi ke pengadilan untuk hal tersebut.

🌼Istri yang diperbolehkan mengambil keuangan suami tanpa sepengetahuannya itu harus bersifat rasyîdah, memiliki akal yang matang dan dewasa, inilah tingkatan seorang istri yg penuh dgn keistimewaan, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ

_"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang berada dalam kekuasaanmu)"_ [An-Nisa’/4:5]

🖤Bukanlah termasuk istri serakah, mengambil hanya untuk bersenang-senang atau istri yg durhaka tidak amanah terhadap apa yg diambilnya, ia mengambil sesuai dengan haknya juga bagi anak-anaknya. Begitulah karakter istri yg rasyidah.

📚(Diadaptasi dari Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassaratu fî Fiqhil Kitâbi was Sunnatil Muthahharah , Husain bin ‘Audah al-‘Awâyisyah, Dar Ibni Hazm Beirut, Cet. I, Th.1425, 5/182-183)

✍🏻 Abu Ruwaifi' As-Samaranji

Pembiayaan Rumah Sakit di Era Islam

Oleh: dr.Toreni Yurista

Rumah sakit Islam di abad pertengahan diakui dunia sebagai rumah sakit terbaik di zamannya (1,3). Bangunannya megah dan pelayanannya prima (2). Bahkan hingga kini pun beberapa aspek pelayanannya masih dianggap lebih baik dibandingkan dengan rumah sakit modern (3).

Rumah sakit Islam jauh dari kesan suram, kotor, dan menakutkan. Kebanyakan memiliki desain eksterior dan interior yang mirip dengan tempat tinggal raja. Rumah sakit yang berada di Baghdad, Mesir, dan Suriah, memiliki furnitur yang sama persis dengan istana bangsawan, lengkap dengan air mancur dan taman yang luas (2).

Dari sisi pelayanan, rumah sakit bisa menampung hingga 8000 bed, seperti yang terjadi di RS Al-Manshuri di Kairo (4,6). Setiap orang yang sakit bisa ditampung tanpa menpedulikan ras, warna kulit, maupun agama. Tidak ada batas waktu rawat inap; pasien bisa pulang hanya ketika mereka benar-benar sembuh (1, 5).

Selain pelayanan medis, rumah sakit di masa itu mampu menyediakan berbagai menu makanan yang sehat dan segar, pakaian bersih (1,7), asisten yang membantu memandikan dan memakaikan baju, sampai badut untuk menari dan menghibur pasien (7). Mereka siap menampung pasien baik siang maupun malam (4,5,7).

Tidak Memungut Biaya dari Pasien

Dengan pelayanan prima dan bangunan semegah itu, rumah sakit tidak memungut biaya (1,3,4,5). Etika medis yang didasarkan pada konsep Islam membuat para pemberi layanan kesehatan tidak mempermasalahkan berapa jumlah uang yang bisa dibayarkan pasien. Mengobati adalah bagian dari tugas sosial (charity) yang mereka pahami sebagai sedekah yang bermanfaat, pahalanya terus mengalir sampai hari Kiamat dan tidak terputus meskipun pelaku telah wafat (7).

Rumah sakit di era Islam memahami fungsinya sebagai institusi sosial. Mereka menggratiskan semua pelayanan, baik bagi orang kaya maupun miskin (3,4,5,7). Beberapa bahkan memberi pasien pakaian bersih dan uang saku ketika pasien pulang, seperti yang terjadi di RS Al-Nuri dan RS Al-Manshuri (1,4). Para pasien sangat terbantu dengan pemberian ini, terutama pada saat mereka belum mampu bekerja secara optimal pasca rawat inap (7).

Lalu bagaimana dengan nasib para pegawai rumah sakit jika tidak dibayar oleh pasien? Siapa yang mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka?

Para dokter dan penyedia layanan kesehatan tetap memperoleh gaji. Gaji dokter berkisar antara 50-750 US dolar*(7). Seorang residen yang berjaga di rumah sakit dua hari dan dua malam dalam seminggu memperoleh sekitar 300 dirham per bulan**(6). Angka yang sangat besar pada masa itu, terlebih lagi kebutuhan dasar seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan sudah dijamin oleh negara.

Di luar rumah sakit, semisal di tempat praktek pribadinya, dokter dapat memungut bayaran dari pelayanan dan tindakan medisnya, terutama tindakan yang memerlukan keahlian khusus. Hal ini diperbolehkan dalam Islam sebabRasulullah pun memberikan upah bagi tabib yang melaksanakan veniseksi (memotong urat) untuknya. Di masa Abbasiyah, dokter yang melaksanakan operasi katarak menetapkan biaya minimum sebesar 15 US dolar. Wajar, mengingat dokter harus menyediakan peralatan dan obat-obatan sendiri di tempat praktik pribadinya (7).

Sejumlah dokter mampu memperkaya diri karena hebatnya keahlian yang dimiliki (7). Jibrail Bin Baktishu, yang merupakan direktur RS Baghdad merangkap dokter pribadi Khalifah, memiliki berhektar-hektar tanah pertanian dan bisa membeli berbagai macam emas, perak, dan kobalt (6,7). Menurut keterangan sekretarisnya, pendapatan Jibrail berkisar 4.9 juta dirham per tahun (6).

Beberapa lagi tetap mempertahankan sikap zuhud dan memilih hidup sederhana. Ibnu Gazzar misalnya. Meskipun termasuk salah satu dokter paling brilian di Tunisia, beliau lebih senang membantu rakyat miskin dan jarang meminta bayaran. Beliau tak memiliki kemewahan namun sangat dihormati di dunia kedokteran karena kecerdasannya dan sejumlah buku-buku medis yang ditulisnya (7).

Darimana Rumah Sakit Mendapatkan Dana?

Pemimpin negara di masa Islam berlomba-lomba membangun rumah sakit selain sebagai wujud rasa peduli terhadap umatnya juga merupakan bentuk ketaatannya terhadap hukum syara (7). Negara melalui Baitul Mal bertanggung jawab memberikan suntikan dana, termasuk urusan pemeliharaan kesehatan kaum miskin dan papa (8).

Baitul Mal secara literal berarti gudang harta. Pada masa Rasulullah, bentuknya memang berupa suatu ruangan tempat menyimpan harta negara, baik berupa emas-perak maupun hasil bumi. Dalam perkembangannya, Baitul Mal tidak hanya sekedar tempat menyimpan harta namun juga memiliki struktur administasi yang mengatur pendapatan dan belanja negara (9). Oleh karena itu, para ulama menyebut Baitul Mal sebagai institusi khusus yang menangani harta yang diterima negara dan mengalokasikannya bagi kaum muslimin yang berhak menerimanya (10). Baitul Mal dikelola oleh negara dan bertanggungjawab kepada khalifah (9,10,11).

Urusan kesehatan berada di bawah Departemen Mashalih ad-Daulah (11,12). Departemen ini mendapat pemasukan dari Baitul Mal; khususnya dari penerimaan bukan pajak yakni pos fai, kharaj, dan al-milkiyah amm.Fai adalah seluruh harta yang didapatkan dari orang non-muslim tanpa melalui peperangan, misalnya harta yang disumbangkan oleh kaum Yahudi Bani Fadak agar kaum muslim memberikan perlindungan bagi mereka. Kharaj adalah upeti atas tanah yang ditinggali kaum non-muslim (mengingat mereka tidak punya kewajiban membayar zakat). Sedangkan al-milkiyah amm adalah harta yang didapatkan dari hasil pengembangan sumber daya alam oleh negara; misalnya hasil dari penambangan dan penjualan minyak bumi, batu bara, mineral-logam, dan lainnya (10).

Negara mengalokasikan dana sangat besar untuk pembiayaan rumah sakit. Sebagai gambaran, RS Al-Muqtadir menerima uang sebesar 200 dinar sebulan (4). RS Al-Arghun, yang merupakan rujukan penyakit jiwa, seluruh kebutuhannya ditanggung oleh negara; termasuk biaya obat-obatan, instrumen, dan penelitian (13).

Rumah sakit juga mendapat dana kesehatan dari donasi masyarakat. Pada masa Dinasti Abbasiyah, ada sebuah sistem pengumpulan donasi yang dikelola oleh pemerintah dan terkenal dengan sebutan Al-Waqf (1, 14, 15). Setiap orang dapat menyumbang sebagian harta yang dimilikinya untuk membantu pembangunan dan pemeliharaan rumah sakit melalui Al-Waqf Khida’ al-Maridh (waqaf mengubah persepsi pasien) (15).

Donasi yang berupa harta zakat tidak digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan rumah sakit. Hal ini karena Islam membatasi zakat hanya boleh diberikan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Quran (mustahiq) (10). Namun demikian, harta zakat dapat disalurkan secara langsung kepada pasien yang termasuk mustahiq (5). Mereka bisa memakainya untuk kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan selama dirawat di rumah sakit dan selama mereka belum mampu bekerja kembali.

Kaum bangsawan dan para pejabat menjadi penyumbang dana yang sangat besar (7,15). RS Al-Manshuri Al-Kabir mampu menutup pengeluarannya selama setahun hanya dari waqaf satu orang. Wazir Ali bin Isa Al Jarrah pendapatannya 700.000 dinar per bulan. Dari jumlah sebesar itu, beliau menginfakkan 680.000 dinar untuk kemaslahatan umat (15).

Demikianlah, nyawa manusia di mata Islam amat berharga. Kesehatan tidak dianggap sebagai komoditas yang bisa diperjual-belikan. Sebaliknya, kesehatan adalah tanggung jawab negara dan bagian dari amal jariyah. Negara bersama para pejabat, kaum bangsawan, bahkan rakyat jelata bahu membahu menyediakan dana demi terwujudnya kesehatan untuk semua. []

Keterangan

* 1 US dolar berkisar 13.000 rupiah (per September 2017)

** 1 dinar = 4,25 gram emas, harga emas berkisar 500.000-600.000 (antam, per 2017)

*** 1 dirham = 2,975 gram perak, harga perak berkisar 150.000 (antam, per 2017)



http://helpsharia.com/2017/09/17/pembiayaan-rumah-sakit-di-era-islam/

Hadist HR. Bukhari No 5413

Assalamualaikumn wr wb.

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَحْتَجِرُ حَصِيرًا بِاللَّيْلِ فَيُصَلِّي عَلَيْهِ وَيَبْسُطُهُ بِالنَّهَارِ فَيَجْلِسُ عَلَيْهِ فَجَعَلَ النَّاسُ يَثُوبُونَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ حَتَّى كَثُرُوا فَأَقْبَلَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنْ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakr telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari 'Ubaidullah dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa pada suatu malam Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah membuat sekat (di dalam masjid) dengan tikar lalu shalat di dalamnya, dan menghamparkannya di siang hari untuk duduk, ternyata orang-orang berkumpul di sekeliling Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengerjakan shalat sebagaimana beliau shalat, hingga orang-orang semakin banyak, lalu beliau menghadap (kepada mereka) dan bersabda:

"Wahai sekalian manusia, beramalah menurut yang kalian sanggupi, sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian merasa bosan, sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara kontinyu walaupun sedikit."

HR. Bukhari No 5413

5 Tips Sederhana Agar Pernikahan Bahagia

Alhamdulillah, Allah ﷻ telah memberi kita gambaran yang sempurna di dalam diri Rasulullah ﷺ bagaimana membina keluarga yang harmonis.

Inilah lima pelajaran praktis namun sangat bermanfaat dari Rasulullah ﷺ untuk membantu menghidupkan kembali hubungan berumah tangga kita.

️1. Sering Tersenyum

Nabi ﷺ sering tersenyum. Begitu sering sehingga sahabat-sahabatnya mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat ada orang yang tersenyum lebih sering dari beliau.

Sangat mudah untuk memahami betapa kuatnya senyuman sederhana itu. Suami atau Istri, kita semua memiliki hari yang panjang dan berat. Alih-alih membombardir pasangan Anda dengan keluhan pada pandangan pertama, akan lebih baik dengan memberikan mereka dengan senyuman manis yang ikhlas.

Nabi ﷺ bahkan menyatakan kepada kita bahwa senyuman adalah bagian dari sedekah.

2. Berkata yang Baik dan Lembut

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sangat mudah untuk mengkritisi pada pasangan kita. karena kita saling berhubungan sepanjang waktu. Namun daripada terus mencari kesalahan, tunjukkan kebaikan. Cobalah untuk memuji pasangan Anda dan menjadikannya kebiasaan baru.

️3. Menahan Amarah

Siapapun kita, tentu pernah merasakan marah, bahkan mungkin tidak jarang kita merasakan kemarahan dan emosi yang sangat. Terebih dihadapan istri atau suami, tentu kita harus menahan marah agar kejadian yang tidak kita inginkan di dalam rumah tangga tidak terjadi.

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” [HR. Bukhari (no. 5763) dan Muslim (no. 2609).

Kita mungkin bisa marah pada pasangan kita karena hal-hal paling sepele, dari cara mereka membuka pasta gigi sampai bagaimana mereka mencuci piring.
Tenang. Sebagai gantinya, senyum dan ucapkan sesuatu yang manis.

4. Pergi Jalan-jalan Bersama

Nabi ﷺ suka menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangannya. Beliau berjalan-jalan dengan istrinya, bepergian dengan istrinya, dan meminta pendapatnya. Beliau akan terlibat dalam membuka percakapan.

Kapan terakhir kali Anda mengajak pasangan berjalan-jalan dan berbincang santai membicarakan kebutuhan rumah tangga?

5. Katakan ‘Aku Mencintaimu’

Rasulullah ﷺ tidak malu untuk mengakui cintanya pada istrinya dan mengucapkannya. Beliau sering berbicara tentang kasih sayang yang besar yang dimilikinya untuk istrinya Khadijah. Banyak dari kita mungkin tidak dapat mengingat kapan terakhir kita mengatakannya kepada pasangan kita. Itu bukan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Muslimdaily.net

Ust. Miftahuddin

Jalan Taqwa

Motivasi

Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

Jalan menuju taqwa akan diupayakan oleh hamba yang mencintai Rabbnya. Memulakan diri dengan muhasabah, mengoreksi hal salah baginya merupakan sebuah keutamaan.

▪Menyadari betapa banyak kekhilafan membuat jiwa tersadar untuk melakukan perbaikan. Ibadah diperbanyak, segala energi dioptimalkan untuk taqarub ilallah. Terus menuju puncak lantaran mujahadah pun tiada dilalaikan. Ada usaha yang nyata untuk merebut perhatian-Nya.

® Taqwa itu kehati-hatian. Menapaki dunia yang penuh ranjau membuat diri kita tak ceroboh bila harus melewatinya. Bahkan kematian yang kapan saja akan menjemput pun dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

▪Sayyidina Ali ra menyampaikan nasihat tentang ketaqwaan yang tak lain tanda kehati-hatian sebagai manusia biasa.

Empat Buah Ketaqwaan
1. Barangsiapa merindukan surga maka ia akan bersegera dalam melaksanakan kebaikan.

2. Barangsiapa takut akan siksa neraka maka ia akan berhenti dari mengikuti hawa nafsu.

3. Barangsiapa meyakini datangnya kematian, maka tidak akan terlena dengan kesenangan duniawi.

4. Barang siapa mengetahui bahwa dunia adalah negeri cobaan, maka semua musibah akan terasa ringan.

Berhati-hati menjadi tabiat diri, untuk raih keselamatan di surga abadi