Jumat, 24 April 2015

TIPS MENDAPATKAN KETURUNAN YANG BAIK


Rasulullah SAW bersabda:

”Ada empat sebab orang memilih teman hidupnya. Sebagian orang memilih sebab harta-bendanya. Sebagian lagi sebab keturunannya. Sebagian lagi sebab tertarik oleh kecantikannya. Dan sebagian lagi memandang penting akhlak dan agamanya. Hendaknya engkau selalu mengutamakan akhlak dan agamanya. Kalau tidak tanganmu akan dikotori oleh lumpur” (Bukhari, Muslim, dan Misykaat 267)

Semenjak bumi ini diciptakan hingga kini, tidak ada cara lain untuk mendapatkan keturunan yang terbaik menurut agama kecuali seorang ibu yang Mukhlis serta berbudi luhur. Di sinilah akan nampak ciri khas kesempurnaan agama Islam. Islam mengatur pendidikan anak-anak jauh sebelum anak tersebut lahir ke bumi. Islam memerintahkan jika seorang mukmin ingin mempunyai keturunan yang saleh, ia hendaknya memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama serta berakhlak yang baik pula. Sebab jika ia salah pilih, maka penyesalanlah yang akan ia terima sepanjang hidupnya.

Dibalik nasehat diatas, pasti terdapat hikmah, yakni seorang ibu membekaskan pengaruh pada pembawaan akhlak serta kepribadian anak-anaknya. Setelah anaknya terlahir, maka praktek pendidikannya sangatlah diperlukan untuk memupuk anaknya hingga besar dan dewasa nanti, begitu juga sang ayah.

Seorang ibu sangatlah besar pengaruhnya, karena ibulah yang akan menebarkan dan memberikan ketentraman. Siang malam ia senantiasa berada disamping ibu. Kepada ibulah ia bertutur. Kepada ibu ia mencari jalan penyelesaian dalam suatu masalah. Dari mulut ibu ia mendengar kata-kata mesra. Sekali-kali ibu memarahinya, tetapi ia tetap akan kembali kepada ibu. Ia memperhatikan setiap tingkah-laku sang ibu. Dengan kata lain, seorang anak merupakan bagian wujud seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Surga terletak di bawah kaki ibu” Maksudnya ialah, jika sang ibu seorang yang mukhlis, maka hubungannya yang erat siang malam itu akan menuntun anaknya langsung ke surga. Yakni dengan bakti dan kasih sayangnya terhadap ibu, ia akan menuju ke surga sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW.

Nabi besar Muhammad SAW Bersabda:

“Hendaklah engkau selalu mengutamakan akhlak dan agama (wanita yang akan engkau kawini). Kalau tidak, tanganmu akan dikotori oleh lumpur,”

Seseorang yang memilih pasangan hidupnya seorang wanita dengan mengutamakan kecantikan paras mukanya, kebangsawanannya, dan kekayaan hartanya, maka ia tak ubahnya seperti berlari-lari mengejar sesuatu yang tidak kekal. Oleh karena itu, dianjurkan sebaiknya memilih seorang wanita yang beragama dan berakhlak. Jika seseorang mendapatkan seorang istri yang beragama dan di samping itu dimilikinya pula nikmat-nikmat tambahan (berupa kecantikan, harta, dan keturunan), ia tak ubahnya laksana memiliki sebutir mutiara. Akan tetapi, dasar utamanya untuk memperoleh keturunan yang baik adalah terletak pada kecondongan sifat istri kepada agama dan keluhuran budi pekertinya. Selain itu, seorang istri yang mukhlis merupakan sumber ketentraman hati dalammelalui hidup dan kedamaian pikiran bagi sang suami serta membuat rumah tangga yang bergelimangan ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan laksana surga dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar