Selasa, 22 Desember 2015

♻Istiqamah Butuh Proses♻

Assalamualaikum wr wb,,,��

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

��������������������

♻Istiqamah Butuh Proses♻

Berkata Muhammad bin al-Mukandir,

كابدت نفسي أربعين سنة حتى استقامت

“Aku mengekang jiwaku selama empat puluh tahun, barulah aku bisa beristiqamah.” (Hilyatul Auliya, (3/147)).

Sedang istiqamah hakiki ialah hingga akhir hayat, sebagaimana firman ALLAH,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Sembahlah Rabbmu hingga datang kepadamu al-Yaqin (yakni kematian).” (QS. al-Hijr (15) : 99)

Maka janganlah anda heran atau takjub dengan banyaknya ibadah seorang pemuda, namun takjublah manakala ia bisa beristiqamah hingga akhir hayatnya.

Karena hukum besaran iman, ialah pasang surut seiring dengan ketaatan dan kemaksiatan. Ketika seorang muslim mampu beristiqamah, artinya dia telah mampu untuk mengekang hawa nafsunya untuk menjadi baik.

Ternyata menurut pengalaman sebagian salaf, kita -insya ALLAH- baru bisa benar-benar istiqamah jika sudah berupaya menjaga amalan kita selama 40 tahun. ALLAAHU AKBAR.

Siap beristiqamah?. BISMILLAAH.

ALLAAHUMMA A’INNIY ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK.....

Oleh : Ustadz Abu Ukaysah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar