Berdasarkan kumpulan riwayat tentang pendidikan anak, sebagaimana dikutip dari Athfalul Muslimin karya Jamal Abdurrahman, sejatinya terdapat 4 fase penting anak dalam islam yang perlu diketahui oleh semua orang tua sebagaimana berikut.
1. Bermain dan bermanja pada usia 0-6 tahun
Usia 0-6 tahun merupakan masa-masa emas saat anak mengalami pesatnya perkembangan otak. Karena itu, untuk mengembangkan potensi terbaiknya orang tua perlu menghujaninya dengan kasih sayang tanpa batas dan memanjakannya dengan penuh cinta.
Rasulullah saw diriwayatkan sangat senang bermain-main dengan anak-anak pada usia ini. Bermain-main apa saja yang disukai dan diinginkan menurut penelitian dapat mengembangkan kecerdasan dan membuat anak mengeksplorasi berbagai hal baru. Rasul saw juga melarang orang tua menggunakan kekerasan seperti memukul dan membentak pada anak usia 0-6 tahun. Kekerasan terbukti dapat mematikan perkembangan sel-sel neuron yang sedang tumbuh pesat. Ini artinya mematikan potensi emasnya.
2. Pengenalan disiplin dan tanggung jawab pada usia 7-14 tahun
Anak mulai diajarkan cara-cara shalat pada fase ini. Mereka diajak untuk mulai berdisiplin dan mengenal tanggung jawab. Sebuah riwayat mengatakan bahwa bila mereka menolak, orang tua diperbolehkan menggunakan cara sedikit keras seperti memukul. Memukul tentu bukan dilakukan dengan emosional, tetapi sekadar untuk mengingatkan mereka pentingnya kewajiban, disiplin, dan tanggung jawab.
3. Pendekatan antar teman pada usia 15-21 tahun
Ini adalah fase remaja saat anak mulai mencari jati diri. Orang tua tidak lagi dapat menggunakan cara kekerasan karena pada usia ini umumnya diri anak akan dipenuhi dengan sikap memberontak. Akan lebih baik bila orang tua mengakrabkan diri dan berteman dengan anak agar dapat menjadi pendengar dan penasehat yang baik bagi segala permasalahan dan dilema remaja.
4. Pemberian kepercayaan dan kebebasan secara penuh pada usia 21 tahun ke atas
Pada usia ini anak telah memasuki fase kedewasaan. Anak mulai dihadapkan pada berbagai persoalan dan diharapkan dapat menyelesaikannya secara mandiri. Karena itu, sebaiknya orang tua memberikan kebebasan dan kepercayaan secara penuh pada anak.
Peran orang tua adalah menjadi penasehat, pengawas bagi perilaku dan sikap mereka, dan yang terpenting selalu mendoakan mereka. Saatnya bagi mereka untuk mengamalkan pendidikan yang kita tanamkan selama 20 tahun sejak mereka kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar