Oase Dakwah
Penyejuk Hati Pengugah Jiwa
Iyakah?
Oleh : Ummu Adib
Tak sekelebat hati hampa dan diri kelelahan berdiri mengusahakan impian-impian kehebatan dunia yang tak sepanjang masa.
Kerapkali sedikit teringat, dan tak sedikit diri terlalaikan.
Dunia sungguh dimensi yang melalaikan.
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
[QS az-Zumar :22]
Berada pada sisi yang manakah diri...
Diri yang Rabb berikan cahaya pada hati?
Ataukah diri termasuk insan yang hatinya KERAS?
Iyakah Rabb tak kucurkan cahaya-Nya untuk menerangi diri? Ataukah kekelaman dan kekerasannya yang menjadikan cahaya terhalang menyinari.
Iyakah petunjuk tak menghampiri?
Ataukah mata bathin yang tak sanggup membaca peta-peta yang telah Rasulullah tinggalkan berupa Quran dan keteladanan berbentuk sunnah.
Ahh...
Tabiat insan memang selalu berfluktuasi.
Langkah pasti yang jelas bersinar sedikit diri jejaki.
Sedang langkah-langkah yang membawa pada api, entah nyata sadar atau tidak, SELALU diri tapaki.
Maka sejatinya; NERAKA adalah tempat kembali idaman yang TAK DIRI AKUI.
Dan SYURGA hanya idaman mulut dan kepala yang tak sungguh-sungguh berada di qalby.
Jua tak di USAHAKAN diri.
Mari kembali.
#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah
AIHQ PSDM ODOJ
AIHQ/101/14/01/2016
oaseodoj@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar