Kamis, 05 Maret 2015

Pebisnis Akhirat – AaGym

Pebisnis Akhirat – AaGym

Alhamdulillah! Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Meluaskan rezeki, menjadikan kita termasuk kepada golongan hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan berikhtiar sesuai dengan jalan yang Alloh ridhoi. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.

Saudaraku yang dirohmati Alloh, salah satu kegiatan yang dahulu dilakukan oleh Rosululloh Saw. adalah berbisnis. Sehingga melalui kegiatan bisnisnya ini kita bisa menyaksikan nilai-nilai tentang kejujuran, amanah dan tanggungjawab yang menjadi bagian dari sifat Rosululloh Saw. Kegiatan ini pula yang membuat masyarakat kaum Quraisy ketika itu semakin menggelari beliau sebagai Al Amiin, orang yang terpercaya.

Ada pebisnis dunia dan ada pebisnis akhirat. Maksudnya, ada pebisnis yang berorientasi hanya sebatas pada keuntungan-keuntungan duniawi. Namun, ada juga pebisnis yang berorientasi hingga keuntungan ukhrawi.

Pebisnis akhirat yakin bahwa rezeki itu hanya datang dari Alloh Swt. Dia yakin bahwa hanya Alloh yang kuasa menurunkan, menahan, memudahkan, mencukupkan rezeki bagi makhluk-Nya. Sedangkan bagi para pebisnis dunia, selalu menganggap bahwa rezeki datang dari makhluk.

Oleh karena itu, bagi yang yakin rezeki datang dari Alloh, dia tidak akan menjilat kepada makhluk. Karena dia tahu bahwa makhluk tidak lebih dari sekedar jalan dari Alloh Swt. Sebagai contoh, seorang pebisnis yang bertauhid, dia pasti ibadahnya bagus. Karena ia yakin bahwa Alloh menyukai ahli ibadah. Dia akan rajin dalam bekerja, bukan demi disukai oleh siapapun, dia rajin dalam bekerja semata-mata karena yakin bahwa itu adalah ladang ibadahnya di hadapan Alloh Swt.

Pebisnis akhirat tidak akan berbohong, tidak akan melontarkan sumpah palsu, tidak akan mengurangi timbangan, karena dia sangat yakin bahwa Alloh Swt. melihat apapun yang ia lakukan. Bahkan ia yakin bahwa Alloh Swt. mengetahui apa yang ada dalam isi hatinya yang paling tersembunyi sekalipun. Dia yakin bahwa berbuat curang bukanlah perbuatan yang disukai oleh Alloh Swt.

Kemudian, jika ia berbicara jujur kepada calon pembeli, ia sopan, santun, berwajah ceria, itu semua bukanlah supaya calon pembeli itu suka dan terpikat, melainkan agar Alloh Swt. suka. Baik orang itu jadi membeli ataupun tidak jadi membeli, baginya tidak jadi masalah, karena yang terpenting baginya adalah amal perbuatannya menjadi amal sholeh.

Oleh karena itu, pebinis akhirat akan senantiasa tenang. Ia senantiasa menikmati setiap babak dalam kegiatan bisnisnya. Dzikir tidak lepas dari hati dan lisannya, yang terlukiskan dalam perbuatannya. Ia tidak memandang pebisnis lain sebagai pesaing, karena ia yakin rezeki Alloh tidak akan tertukar.

Yang ditakuti oleh pebisnis akhirat adalah hati yang tidak ikhlas, hati yang kotor. Ia tidak takut pada ketiadaan rezeki. Namun, ia takut jika ia tidak sempurna ikhtiar di jalan yang Alloh ridhoi.

Pebisnis akhirat fokusnya adalah Alloh Yang Maha Kuasa, Alloh Yang Maha Melihat, Alloh Yang Maha Mengetahui, Alloh Yang Maha Memberi Rezeki. Ia berakhlak baik, bersikap profesional, tujuannya adalah agar Alloh Swt. ridho kepadanya.

Saudaraku, sungguh mudah bagi Alloh Swt. untuk melimpahkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga diri dalam berikhtiar agar tetap berada di jalan yang Alloh ridhoi. Bisnis yang berorientasi pada keuntungan akhirat, akan mendatangkan manfaat dan berkah tidak hanya di akhirat, melainkan sejak di dunia. In syaa Alloh![]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Doa Berserah Diri – AaGym

Doa Berserah Diri – AaGym

Semoga Alloh Swt. Yang Maha Menatap senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi orang-orang yang senantiasa berserah diri hanya kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada sang suri teladan seluruh alam, nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Rosululloh Saw. mengajarkan kepada sebuah ucapan yang menjadi perbendaharaan surga. Kalimat itu adalah doa, “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah” yang artinya, “Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Alloh”.

Penting untuk kita pahami dan yakini bahwa doa ini adalah doa yang sangat disukai oleh Alloh Swt. Karena doa ini sangat menunjukkan sebuah pengakuan bahwa kita ini tidak berdaya, bahwa hanya Alloh Swt. yang kuasa menjadikan kita memiliki kekuatan, memiliki daya sehingga kita bisa berupaya.

Sejujurnya, semakin kita yakin bahwa tubuh kita ini seperti karung saja, yang tiada memiliki arti, kecuali Alloh Swt. memberikan taufik dan hidayah-Nya. Jantung kita berdetak hanya karena pertolongan Alloh. Darah kita mengalir hanya karena kemurahan Alloh. Otak kita bisa berpikir hanya karena karunia Alloh. Kita bisa melangkah, kita bisa berkreasi, berinovasi, semua adalah karena karunia Alloh Swt.

Benar kita harus memiliki niat yang tulus. Benar kita harus menyempurnakan ikhtiar. Tatapi “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah” ini membuat kita tidak mudah putus asa, tidak mudah patah arang, dan selalu bisa segera bangkit kembali setelah sempat jatuh terpuruk. Mengapa? Karena kita yakin bahwa Alloh Swt. penguasa segala-galanya dan Alloh Maha Menolong siapapun yang berserah diri, tawakal kepada-Nya.

Demikian juga manakala kita meraih keberhasilan dan kesuksesan.“Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah” ini membuat kita tidak mudah terjerumus pada dosa kesombongan dan ketakaburan. Sebesar apaun kesuksesan yang kita raih, kita senantiasa meyakini bahwa semua itu tiada lain adalah karunia dari Alloh Swt. dan semua itu tidak lebih sekedar titipan dari Alloh Swt.

Maka doa “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah” bisa membersihkan hati kita dari berbagai penyakit hati, membuat tauhid kita semakin lurus dan mantap. Kita bisa terhindar dari perbuatan syirik, yaitu menuhankan sesuatu selain Alloh, baik itu bentuknya harta kekayaan, jabatan, atau yang lainnya.

Saudaraku, sesungguhnya berserah diri kepada Alloh Swt. itu bukan berarti hidup pasrah saja kepada keadaan tanpa melakukan ikhtiar. Tidak demikian. Akan tetapi berserah diri adalah menyerahkan apapun hasil dari ikhtiar kita kepada Alloh Swt. dalam hal apapun. Karena ikhtiar adalah kewajiban kita dan amal sholeh kita. Sedangkan apapun yang Alloh takdirkan atas diri kita, itu adalah yang terbaik menurut Alloh untuk kita. Subhaanalloh!

Umar bin Khaththab r.a meriwayatkan bahwasanya Rosululloh Saw. pernah bersabda, Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Alloh, sungguh Alloh akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim)

Mari kita memperkaya hati dan lisan kita dengan doa “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah”. Agar setiap langkah dan perbuatan kita senantiasa dibimbing oleh Alloh Swt.[]

 
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Agar Bisnis Jadi Ibadah – AaGym

Agar Bisnis Jadi Ibadah – AaGym

Alhamdulillah! Semoga Alloh Swt. Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi Rezeki, mengolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang giat berikhtiar menjemput rezeki hanya yang baik dan halal. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Bisnis adalah ibadah. Karena setiap aktifitas yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah menjadi ladang amal sholeh bagi dirinya, termasuk yang takdirnya menjadi seorang pedagang.

Ibadah itu minimal ada dua syaratnya. Pertama, niat lurus lillaahi ta’ala, hanya mengejar ridho Alloh Swt. Dan yang kedua, caranya benar di jalan Alloh Swt.

Mengapa bisnis kita harus jadi ibadah? Karena kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa rezeki itu sepenuhnya sudah diatur oleh Alloh Swt. Setiap makhluk yang Alloh ciptakan itu sudah dilengkapi dengan rezekinya. Mari kita renungkan firman Alloh Swt.,

وَمَا مِن دَآبَّةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ۚ كُلٌّ۬ فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مُّبِينٍ۬

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud [11] : 6)

Tidak ada satupun yang terlewat di antara segala makhluk yang ada di alam semesta ini, kecuali telah Alloh Swt. jamin rezekinya. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam rahim ibunya, Alloh sudah jamin rezekinya meski ia belum bisa berikhtiar untuk menjemput rezeki Alloh Swt.

Setelah beranjak dewasa, manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar untuk menjemput rezeki Alloh Swt. yang bertebaran di muka bumi ini. Mengapa kita istilahkan dengan ‘menjemput’, bukan ‘mencari’? Karena kalau ‘menjemput’ itu sudah pasti ada, sedangkan ‘mencari’ itu belum tentu ada.

Hanya saja apakah kita terampil menjemput rezeki Alloh Swt. sesuai dengan tatacara yang Alloh ridhoi, ataukah tidak. Inilah yang menentukan keberkahan rezeki yang kita peroleh. Inilah yang menentukan ikhtiar kita menjadi ibadah ataukah tidak.

Jika niat kita lurus dan cara kita benar, maka kita akan berjumpa dengan rezeki yang menjadi hak kita dalam keadaan berkah. Hati kita akan tenang, kebutuhan kita akan tercukupi, dan menjadi amal sholeh yang bernilai ibadah di hadapan Alloh Swt.

Sedangkan jika niat kita salah dan tatacara ikhtiar kita juga tidak sesuai dengan yang Alloh ridhoi, maka kita akan diliputi oleh rasa cemas dan gelisah, tidak yakin akan jaminan Alloh, kita merasa harus bertarung dengan orang lain, kita lupa bahwa setiap orang sudah ada jatah rezekinya masing-masing.

Bisnis itu adalah amal sholeh dan ibadah. Bahkan bisnis dicontohkan pula oleh nabi Muhammad Saw. Bisnis harus menjadi ibadah dengan cara niat yang lurus karena Alloh Swt. dan tatacara yang juga baik dan benar sesuai dengan yang Alloh ridhoi. Kejujuran, bertanggungjawab, tidak berbuat curang dalam timbangan, memberikan informasi apa adanya tentang kondisi barang dagangan kepada konsumen, adalah beberapa di antara wujud ikhitar yang baik dan benar.

Jika demikian, maka Alloh Swt. akan memberikan kemudahan memperoleh ide dan inspirasi kepada kita sehingga bisnis kita semakin berkah, semakin bermanfaat bagi lebih banyak orang, dan bernilai ibadah. In syaa Alloh.[]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Doa Keluarga Sakinah – AaGym

Doa Keluarga Sakinah – AaGym

Segala pujian hanyalah milik Alloh Swt., segala puja hanya kembali kepada-Nya. Semoga Alloh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memasukkan kita dan keluarga kita sebagai golongan manusia yang mencintai Alloh dan dicintai-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada suri teladan kita, nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, barangsiapa yang merindukan berumahtangga sakinah, memiliki pasangan hidup dan keturunan yang benar-benar menjadi penyejuk hati dan penentram jiwa, juga ingin menjadi teladan bagi orang yang bertakwa, maka amalkanlah doa berikut ini. Sebuah doa yang diajarkan oleh Alloh Swt. kepada Rosululloh Saw. dan beliau mengajarkannya kepada kita,

 

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ۬ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

“..Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon [25] : 74)

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyaatinaa qurrota a’yun,ya Alloh ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan hati serta penentram jiwa. Waj’alnaa lillmuttaqiina imaama, dan jadikanlah kami sebagai panutan, teladan, bagi orang-orang yang bertakwa.

Jadi, keluarga yang sakinah itu adalah keluarga yang bersih tauhidnya. Keluarga yang yakin bahwa tidak ada karunia sekecil apapun kecuali hanya datang dari Alloh Swt. Karena orang-orang yang bertauhid itu pasti ketika melakukan alam kebaikan tidaklah karena alasan mencari pujian, penghargaan, imbalan dan balas budi dari makhluk.

Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang tulus dan ikhlas hanya berorientasi pada kecintaan dan keridhoan Alloh Swt. Dan kondisi seperti ini haruslah kita pinta kepada Alloh Swt., karena yang bisa membolak-balik hati hanyalah Alloh Swt.

Hanya Alloh Swt. yang bisa mengkaruniakan pasangan hidup kepada kita. Hanya Alloh Swt. yang bisa menghujamkan rasa cinta di dalam hati kita. Dan, Alloh Swt. juga yang bisa membimbing kita agar menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

Mengapa kita pinta menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa? Karena jikalau kita berbuat sebaik apapun, pasti akan ada saja orang yang tidak suka kepada kita dengan berbagai macam alasan. Namun, teladan bagi orang yang bertakwa, maka standar yang digunakan adalah ahli takwa.

Alloh Swt. berfirman,

 

إِنَّ أَڪۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَٮٰكُمۡ‌ۚ

“..Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu..” (QS. Al Hujurot [49] : 13)

Orang yang paling mulia di hadapan Alloh Swt. adalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Maka betapa mulianya seseorang yang bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang dicintai oleh Alloh Swt. Inilah derajat tertinggi bagi sebuah keluarga.

Semoga Alloh Swt. mengkaruniakan kepada kita keluarga yang sakinah, keluarga yang senantiasa ingin mengenal dengan Alloh, ingin dekat dengan Alloh dan berupaya sekuat tenaga meraih cinta Alloh Swt. Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyaatina qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaama. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Merespon Penghinaan

Merespon Penghinaan – AaGYm

Segala puji hanya milik Allah Swt. Dzat Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah Saw. Insan pilihan Allah Swt. sebagai suri teladan bagi seluruh alam.

Saudaraku, dalam hidup ini kita sebagai makhluk yang tiada pernah luput dari kesalahan, tidak pernah bisa menyenangkan hati semua orang. Dalam setiap sikap kita, selalu saja ada yang suka dan tidak suka. Sebesar apapun usaha kita untuk berbuat kebaikan, akan ada saja yang bersimpati dan yang tidak.

Jangankan kita yang merupakan manusia biasa, bahkan nabi Muhammad Saw. yang sudah dijamin oleh Allah Swt. bersih dari dosa (ma’shum), tetap ada yang mencintai dan ada pula yang membencinya. Nabi Muhammad Saw. yang sedemikian mulia akhlaknya, dikenal amanah dan jujur sejak belia, tetap saja ada yang menyakiti dan menghinanya.

Bahkan, orang-orang di masa kini pun ada yang membenci Rasulullah Saw. Sampai-sampai ada yang berani membuat berbagai karikatur yang berisi penghinaan terhadap beliau. Ada juga yang menulis berbagai fitnah tentang beliau.

Namun, apakah berbagai penghinaan itu mengurangi kemuliaan Rasulullah Saw.? Sedikitpun tidak! Rasulullah Saw. tetap diakui sebagai sosok yang paling agung dan paling berpengaruh di dunia.

Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari perang Uhud?” Rasulullah Saw. menjawab, “Aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui sebelumnya. Yaitu hari di mana aku menemui kaum di kampung Aqabah (Thaif), ketika aku bermaksud menemui Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (untuk meminta bantuan dan untuk menyebarkan Islam).

Akan tetapi, dia tidak memenuhi permintaanku. Akupun pulang dalam keadaan wajah yang berdarah (karena perbuatan warga Thaif yang melempari batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib, aku melihat awan menaungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, malaikat Jibril memanggilku dan bertanya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar hinaan kaummu dan penolakan mereka terhadapmu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu.”

Kemudian, malaikat menawarkan kepada Rasulullah Saw. apakah beliau mau jika dua gunung yang ada di kota Mekkah ditimpakan kepada mereka sebagai pembalasan. Namun, bagaimana jawaban Rasulullah Saw.?

Rasulullah Saw. yang mulia menolak tawaran itu. Tidak terbersit sedikitpun di dalam hati beliau niat untuk membalas sikap buruk mereka. Rasulullah Saw. justru mendoakan mereka, “Aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah! Saudaraku, dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran berharga. Bahwa Rasulullah Saw. tidak pernah membalas sikap buruk orang lain kepada beliau dengan keburukan. Rasulullah Saw. justru tetap melanjutkan perbuatan baik terhadap mereka.

Salah satu cara Rasulullah Saw. menyikapi hinaan adalah dengan mendoakan orang-orang yang menghinanya. Beliau mendoakan agar mereka diberikan petunjuk oleh Allah Swt. sehingga bisa berada di jalan yang lurus. Rasulullah Saw. memahami bahwa yang bisa beliau lakukan adalah menyeru mereka kepada kebaikan, adapun hidayah adalah kekuasaan Allah Swt.

Oleh karena itu saudaraku, janganlah membalas hinaan orang kepada kita dengan perbuatan yang sama. Sungguh tidak berbahaya hinaan orang itu. Yang berbahaya adalah jika kita yang melakukan penghinaan itu. Hinaan orang tidaklah berbahaya, yang berbahaya adalah jika kita melakukan perbuatan hina.

Jangan membalas hinaan dengan hinaan, karena sesungguhnya orang yang melontarkan ucapan-ucapan buruk tiada lain adalah sedang memperlihatkan keburukan dirinya sendiri.

Bukankah moncong teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalam teko. Jika isinya air jernih, maka yang keluarpun jernih. Jika isinya air kotor, maka itulah yang keluar.

Semoga Allah Swt. melimpahkan hidayah kepada kita sehingga setiap ucapan dan tindakan kita senantiasa terjaga dan terpelihara. []        

 
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

6 Kunci menjadi wanita sukses

wanita tidak hanya dipandang dari kekayaan atau jabatan yang dimilikinya, kesuksesan ini juga dapat diartikan sukses sebagai anak yang berhasil bagi orang tuanya, sukses sebagai seorang istri bagi suaminya, sukses sebagai ibu bagi anaknya, sukses menjadi wanita mandiri dan pekerja keras untuk dirinya. Menjadi wanita sukses tentunya memerlukan proses yang tidak mudah. Banyak hal yang perlu Anda lakukan jika ingin menjadi wanita sukses dalam hidup, dan berikut adalah kunci suksesnya:

1. Mengenal jati diri

Jika Anda ingin menjadi wanita sukses, Anda perlu mengenal dengan baik bagaimana jati diri Anda seutuhnya karena hal ini penting untuk menentukan kesuksesan hidup Anda di masa depan. Anda perlu mengetahui apa kemampuan dan gairah Anda dalam hidup ini, misalnya Anda memiliki talenta sebagai pengusaha atau mengurus rumah. Dengan begitu Anda akan tahu karakter Anda dan dapat menyusun rencana hidup Anda.

2. Mengembangkan kemampuan

Setelah mengenal jati diri Anda, tentunya Anda tahu apa kemampuan atau kelebihan yang ada dalam diri Anda. Kembangkan kemampuan yang telah Anda miliki setiap harinya. Misalnya jika Anda memiliki kemampuan menulis, luangkan setiap hari untuk menulis atau jika Anda memiliki kemampuan untuk membuat kue, buatlah kue sesering mungkin. Dengan mengasah dan mengembangkan kemampuan Anda setiap hari, kemampuan Anda itu kelak akan menghantarkan Anda pada kesuksesan.

3. Mencari pengalaman

Selain mengembangkan kemampuan, Anda juga perlu mencari pengalaman sebanyak mungkin. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mencari pengalaman, misalnya dengan membaca buku, mendengarkan pengalaman orang yang telah menjadi ahli atau sukses, menonton video, atau dapat juga dengan langsung terjun ke lapangan. Dengan berbagai pengalaman yang Anda dapatkan dapat membantu Anda mendapatkan ilmu yang dapat Anda manfaatkan untuk meraih kesuksesan.

4. Networking

Salah satu kunci kesuksesan yang perlu dimiliki seorang wanita di zaman ini yang ingin sukses adalah networking. Jaringan pertemanan sangatlah penting bagi kesuksesan Anda di masa depan. Bangunlah jaringan pertemanan Anda sebanyak mungkin. Dengan memiliki banyak teman dan kenalan alias koneksi akan membantu Anda menemukan bantuan kelak di masa depan. Tidak hanya itu, dengan banyak koneksi Anda akan lebih mudah mencari pekerjaan atau mempromosikan usaha atau bisnis Anda.

5. Percaya diri

Untuk menjadi wanita sukses diperlukan rasa percaya diri yang besar. Anda perlu percaya pada diri sendiri, percaya pada kemampuan yang Anda miliki, percaya pada apa yang Anda kerjakan, percaya bahwa setiap usaha yang Anda lakukan pasti akan mendapatkan hasil yang seimbang dengan usaha Anda. Dengan percaya diri akan memberikan dampak positif bagi perjalanan hidup Anda menuju kesuksesan. Anda akan menjadi lebih mampu bekerja keras dan tidak menyerah dengan impian Anda di masa depan.

6 Mencintai pilihan Anda

Percayalah, jika Anda mencintai apa yang telah Anda pilih, sesulit apapun rintangan yang Anda hadapi pasti akan terasa mudah karena Anda menikmatinya. Selain itu, dengan mencintai pilihan yang Anda kerjakan, Anda tidak akan stres atau takut salah karena Anda akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan yang terbaik dalam hidup Anda. Dengan begitu Anda juga akan lebih mudah mendapatkan kesuksesan.

Setiap manusia, baik pria maupun wanita memiliki kesempatan untuk menjadi sukses, semua tergantung dengan pilihan yang Anda buat. Jika Anda ingin sukses Anda dapat mencoba melakukan tips di atas dan jangan lupa pula untuk berdoa, karena setiap usaha dan kerja keras selalu memerlukan doa untuk menyempurnakannya. Percayalah tidak ada usaha yang sia-sia di mata Sang Pencipta.

Selasa, 24 Februari 2015

Perbedaan D4 Kebidanan dengan S1 Bidan

Mungkin banyak pertanyaan tentang ini, terutama untuk pendidikan bidan yang sekarang ini (masih) ada D4 Kebidanan dan juga S1 Pendidikan Bidan. Terutama bagi yang sudah lulus D3 Kebidanan dan mau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Awalnya saya juga bingung dengan keduanya, disini saya ingin mencoba untuk sharing apa yang saya dapat tentang D4 dan S1 ini. Semoga bermanfaat J
Perbedaan yang teramat jelas adalah jenisnya. D3/D4 (Diploma) masuk ke dalam vokasisedangkan S1/S2 (Sarjana) adalah sarjana. “tapi kok lulusannya D4  title nya tetap sarjana?” iya, title nya lulusan D4 adalah sarjana sains terapan (S.SiT) dan aq juga baru tau kalo lulusan D4 lainnya (selain bidan) juga menggunakan title yang sama. Berbeda dengan lulusan S1 yang disesuaikan dengan nama keilmuan yang diambil, misalnya S1 Pendidikan Bidan yang title nya adalah Sarjana Kebidanan (S.Keb) ; S1 Ekonomi yang title nya Sarjana Ekonomi (SE) atau juga S1 Keperawatan yang title nya Sarjana keperawatan (S.Kep), dsb.
Kuliahnya kok lebih lama yang S1 ya?” iya nih lebih lama, kalau transfer dari D3 ke D4 hanya menghabiskan waktu satu tahun dan materi yang diterima adalah sesuai dengan ilmu terapan yang diambil, misalnya D4 pendidik, maka materi yang diterima adalah cara mendidik sedangkan kalau melanjutkan ke S1, rata-rata waktu yang dihabiskan adalah 1,5 tahun (termasuk transfer dari D3 ke S1 Bidan) dan materi yang diajarkan adalah mendalami keilmuan jurusan. FYI, S1 Pendidikan bidan selain mahasiswa mendalami tentang ilmu kebidanan (1,5 tahun ) juga mengikuti profesi, lamanya 1 tahun (kalau di Unair, wajib diambil).
kalau mengambil D4 pendidik Bidan bisa langsung ngajar ya?” Menurut UU no 14 tahun 2005, pendidikan terakhir untuk pengajar adalah S2. Banyak teman saya yang sudah lulus D4 melanjutkan sekolah lagi ke S2 agar bisa menjadi dosen karena kalau masih D4 katanya belum bisa mengajar, tapi kembali lagi ke kebijakan kampus.
yang saya dapat didalam UU no 14 tahun 2005
katanya kalau mau jd dosen harus linier ya? S2 linier itu seperti apa? Kalau sudah terlanjur mengambil D4 bidan, trus lanjutnya kemana?” linier itu yang sejurusan. Kalau sebelumnya mengambil D3 kebidanan, bisa melanjutkan ke D4 atau S1 kebidanan ataupun Kesmas yang Kespro *. Kalo udah punya title Sarjana Sains Terapan? S2 yang diambil (yang linier) adalah S2 sains Terapan. Tenaangg..... udah ada kok di UNDIP. Beda ya S2 Sains Terapan dengan S2 Kebidanan? iya beda. Berarti S2 Kebidanan (UNPAD) dinyatakan linier kalau yang melanjutkan kesana adalah lulusan S1 Kebidanan? yup, seharusnya  seperti itu.
tapi kok bisa D4 masuk S2 Kebidanan di UNPAD?” pertanyaan ini juga muncul dalam pikiran saya. memang bisa tapi (sebenarnya) bukan selinier  dan yang saya lihat juga untuk sekarang masih dianggap selinier, tapi belum tau kedepannya seperti apa, karena pasti selalu ada pembaharuan. Jadi jangan diambil pusing dulu, ikuti saja peraturan yang sekarang alias kalo mau daftar ke S2 Unpad dan keterima disana ya lanjut aja gapapa.
sebaiknya saya lanjut kemana? S1 atau D4 Kebidanan?” kalau ingin lebih aman, lebih baik melanjutkan ke S1 kebidanan (bukan promosi lhoo) karena setau saya, sekarang ini pendidikan D4 di Jawa Timur hanya dibuka untuk lulusan SMA. Jadi ada kemungkinan akan ada perubahan. Walaupun begitu,di daerah selain di Jatim masih membuka pendaftaran untuk transfer dari D3. Itu artinya, masih belum ada larangan untuk melanjutkan pendidikan dari D3 ke D4 Kebidanan.
Kalau ingin tetap masuk D4, saran saya adalah tetap memilih kampus dengan akreditasi yang baik. Usahakan mencari D4 dengan akreditasi (minimal) B.

*untuk Kespro, saya masih belum tau (untuk saat ini) apakah termasuk selinier atau tidak.